Berita Metro

Kamis, 17 Desember 2017  17:58

Gerebek Diskotek MG, 120 Pengunjung Positif Narkoba

Gerebek Diskotek MG, 120 Pengunjung Positif Narkoba
Pengunjung diskotek digiring petugas untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan.

Jakarta (BM) - Tim aparat gabungan dengan sandi Operasi Bersinar melakukan penggerebekan di Diskotek MG Tubagus Angke, Jakarta Barat. Dari pemeriksaan awal diketahui, diskotek ini memproduksi sabu jenis liquid sejak dua tahun lalu.

"Dari pemeriksaan sementara, diskotek ini telah memproduksi 2 tahun," kata Kepala BNPP DKI Jakarta Brigjen Johnypol Latuperissa di Diskotek MG, Jalan Tubagus Angke, Jakarta Barat, Minggu (17/12/2017).

Johnypol memastikan kandungan air yang dijual dalam bentuk kemasan mineral ini mengandung narkotika. Ia juga menyebut pihaknya telah menetapkan beberapa tersangka. "Perkiraan tersangka kemungkinan lebih dari satu orang," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Prosekusor dan Psikotropika BNN Anjan Pramuka Putra mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan di Diskotek MG ditemukan sebuah ruangan yang menjadi tempat produksi sabu liquid itu. "Kita perkirakan memproduksi sabu dan ekstasi," ucapnya.

"Peralatan dan bahan yang jumlahnya cukup besar. Kita klasifikasikan cukup besar dan memproduksi narkoba dari berbagai jenis," sambungnya.

BNNmenduga bahan baku didatangkan dari luar negeri. "Kelihatannya ini bahan-bahan bakunya dari luar negeri, kemudian mereka racik sendriri di sini," kata Kepala BNPP DKI Jakarta Brigjen Johnypol Latuperissa, Minggu (17/12/2017).

Namun, Johny mengaku belum tahu dari negara mana bahan baku sabu itu diselundupkan. BNN masih menyelidiki termasuk proses penyelundupan yang dijalankan jaringan ini. "Masih dalam pengembangan," ujarnya.

Johny mengatakan sejumlah orang yang diduga terlibat masih diperiksa intensif. Pihaknya juga segera menetapkan status tersangka.

"Sementara dalam pemeriksaan, jadi para pegawai yang ada mulai dari kaptennya sampai pegawai-pegawai yang terlibat kurang lebih 5-6 orang, dalam pemeriksaan tapi kemungkinan besar mereka terlibat dalam peredarannya," ujarnya.

Menurut Johny, sabu liquid ini hanya diedarkan di dalam diskotek. Yang bisa membeli sabu tersebut hanya yang member saja seharga Rp 400 ribu per botol ukuran 300 mili.

"Sementara ini hasil interogasi masing-masing pengunjung dan yang pengedar yang di dalam itu, edarnya ya di dalam diskotek itu. Jadi kalau orang mau masuk kesitu mau pesan narkoba jenis itu harus gunakan member. Kalau tidak ada member mereka tak berani kasih, dan kenyataannya memang 120 orang terindikasi semua, ya berarti member semua kan," tuturnya.

DJ Mita ikut terjaring razia di Diskotek MG tersebut. DJ Mita dinyatakan positif menggunakan narkoba jenis sabu.

Saat ditanya, DJ Mita mengaku sabu yang ditenggaknya itu diberikan oleh tamu. Dia mengaku sudah lama tak mengonsumsi narkoba dan baru kembali mencicipinya tadi malam. Dirinya memang mengetahui bahwa minuman yang ditenggaknya adalah narkoba.

"Saya memang tahu itu barang (sabu liquid). Tapi tidak tahu bahwa ini dibuat di sini," ucap DJ Mita, di Diskotek MG, Minggu (17/12/2017).

Mita berharap dirinya cepat selesai diperiksa dan dapat diperbolehkan pulang oleh aparat penegak hukum.

"Belum, saya belum tidur. Semoga bisa pulang secepatnya," ungkapnya.

Sementara itu, pengunjung wanita lainnya Wina yang berasal dari Karawaci ini mengaku datang bersama 3 orang teman prianya. "Tadi minumannya diputarin dan saya minum beberapa tenggak," ujarnya.

Wiena mengaku sabu cair yang ditenggaknya memiliki rasa dan bau yang aneh. "Rasanya aneh," kata Wina sebelum diangkut ke mobil BNN.

DJ Mita, Wina dan 38 wanita lainnya digelandang ke kantor BNNP DKI. Di sana mereka akan diperiksa dan akan jalani proses rehabilitasi.

 

Kronologi

Polisi menggerebek pabrik Sabu di Diskotek MG, Tubagus Angke, Jakarta Barat. 40 Pengunjung wanita ikut terjaring dalam tes narkoba, termasuk DJ Mita.

DJ dinyatakan positif mengkonsumsi sabu liquid yang ditawarkan oleh para tamu kepadanya. Selama berada di Diskotek MG, Mita kerap menutup wajahnya dengan masker. Beberapa kali dirinya menghindar dari kamera yang mengarah kepadanya.

"Kapan pulang ini? Sudah ingin mandi," keluh Mita yang duduk bersama 20 wanita lainnya di Diskotek MG, Minggu (17/12/2017).

Selama ditahan, Mita beberapa kali meminta izin untuk pergi ke WC. Keinginannya untuk merokok pun tidak diperbolehkan oleh aparat petugas.

Seutas tali berwarna putih diikatkan di pergelangan tangannya yang menandakan dirinya positif narkoba. Wanita yang tinggal di wilayah Kelapa Dua ini berharap dirinya tidak ditahan lama oleh pihak BNNP DKI Jakarta.

"Semoga bisa pulang cepat. Sudah ingin tidur juga. Dari tadi enggak tidur," kata Mita.

Pukul 13.00 WIB, petugas mengabarkan bahwa semua pengunjung yang positif narkoba akan dibawa ke kantor BNNP DKI Jakarta untuk diperiksa. Beberapa kendaraan telah disiapkan untuk mengangkut mereka.

Sebelum dibawa, DJ Mita bersama pengunjung lainnya diminta untuk berhitung kembali untuk memastikan jumlah yang akan dibawa. Total 120 pengunjung yang positif narkoba yang terdiri dari 80 Laki-laki dan 40 wanita.

Selanjutnya mereka dibawa ke luar depan diskotek MG. Dengan penjagaan ketat aparat, mereka digiring ke dua buah metro mini.

Sebuah Metro Mini disiapkan khusus untuk para pengunjung wanita. DJ Mita pun naik ke atas Metro Mini dan siap diberangkatkan ke kantor BNN. Mita bersama 39 perempuan lainnya menunduk saat dibawa ke Metro Mini dan disaksikan warga sekitar.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta jajarannya, terutama di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bersikap tegas terhadap tempat hiburan yang diduga menjadi sarang peredaran narkoba. Dia menekankan tempat hiburan yang beroperasi di Ibu Kota harus membawa berkah.

"Tentunya untuk Dinas Pariwisata selalu ada kekhawatiran apakah ini bisa mengganggu pariwisata kita? Ya nggak lah. Kalau narkoba itu nggak ada komprominya. Narkoba kami harus tegas. Karena wisata yang kami inginkan bukan wisata yang seperti itu. Kami ingin pariwisata yang betul-betul membawa berkah," kata Sandiaga saat ditemui di Masjid Luar Batang, Jl Kampung Luar Batang V, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (17/12/2017).

Sandi mengimbau, kepada masyarakat agar selalu berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta jika menemukan indikasi peredaran narkoba di tempat hiburan malam seperti di Diskotek MG. Dia pun prihatin dengan temuan Badan Narkotika Nasional (BNN) saat menggerebek Diskotek MG dini hari tadi.

"Saya sangat-sangat prihatin, dan ini ada di tengah-tengah kita. Kita harus betul-betul memulai di sekeliling kita. Kalau ada yang mencurigakan harus segera dilaporkan. Karena narkoba ini sudah sangat merusak sendi-sendi kemasyarakatan kita," terang Sandiaga. (det/tit)




Berita Terkait