Berita Metro

Rabu, 03 Januari 2018  22:11

PN Bangil Menuju Peradilan Bermartabat

PN Bangil Menuju Peradilan Bermartabat
PASURUAN (BM) – Menapaki tahun 2018, Pengadilan Negeri (PN) Bangil terus berupaya memberikan pelayanan dan kenyamanan terbaik bagi para pencari keadilan. Selain memperbaiki sistem managemen pelayanan dan sistem peradilan yang bermartabat, PN Bangil juga melakukan pembangunan infrastruktur guna menunjang kenyamanan.
 
Ketua PN Bangil, DR.Gutiarso,SH.MH mengatakan, PN Bangil saat ini telah berubah total dari sebelumnya. Disebutkan, pada pertengahan tahun lalu PN Bangil naik kelas satu tingkat dari kelas IIB menjadi IB. Hal ini dikarenakan seluruh hakim beserta jajaran yang ada, dapat mengimplementasikan semua arahan yang diberikan oleh pimpinan, baik daerah maupun pusat.
 
“Selain melakukan perubahan pada sistem managemen peradilan yang akuntabel, kami juga melakukan perbaikan pada infrastruktur (gedung) pelayanan. Salah satunya, ruangan One Gate Intergrate Service, dimana semua warga yang hendak meminta pelayanan peradilan dapat dilayani pada satu ruangan. Pelayanan tersebut mulai pengajuan gugatan sederhana dan permohonan. Disamping itu kami juga menyediakan layanan berbasis on line," ungkap Gutiarso.
 
Lebih lanjut dijelaswkan Gutiarso, layanan One Gate Intergrate Service yang ada di PN Bangil ini merupakan layanan satu pintu dan satu-satunya di Jawa Timur (jajaran Pengadilan Tinggi-Jatim).
 
Pada kesempatan itu, dia juga sempat menyinggung tunggakan perkara ditahun 2018 menurun hingga 30% dari tahun sebelumnya. Pada akhir tahun 2016, tunggakan perkara sebanyak 174. Sedangkan selama tahun 2017 perkara yang masuk sebanyak 1.089 ditambah tunggakan perkara tahun sebelum total sebanyak 1.263. Hingga akhir tahun perkara yang telah putus sebanyak 1.136, sisa atau tunggakan perkara tahun 2017 sebanyak 127.
 
Rincian perkara yang masuk di tahun 2017 yakni gugatan 51 putus 33 sisa 18 perkara, perdata gugatan sederhana dari 10 telah diputus semuanya, perdata permohonan masuk 124 diputus 119 sisa 5. Perkara pidana biasa masuk 738 diputus 638 sisa 100 perkara, pidana cepat 187 dan 5 praperadilan yang ada telah diputus semuanya. (hen/udi)
 



Berita Terkait