Berita Metro

Kamis, 29 November 2018  14:08

Misbakhun Tegaskan Pancasila Pemersatu Bangsa

Misbakhun Tegaskan Pancasila Pemersatu Bangsa
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan oleh Misbakhun di Tosari Pasuruan. (BM/Saifullah)
PASURUAN (BM) - Anggota MPR RI, H Mukhammad Misbakhun melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia) di Kabupaten Pasuruan.
 
Sosialisasi Empat Pilar ini di hadiri oleh Bupati Pasuruan yang diwakili kepala DPMD, Camat Tosari, Danramil dan Kapolsek, serta 234 Asosiasi Kepala Desa (AKD) dengan mengambil tema “Merawat Pancasila dari Desa”, dilakukan di Pendopo Agung Wonokitri Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan, Kamis (29/11).
 
Sebagaimana diketahui, Tosari adalah satu satunya kecamatan di wilayah Kabupaten pasuruan yang mayoritas penduduknya adalah Hindu ditengah Mayoritas Muslim.
 
Sosialisasi ini menjadi potret nyata kerukunan antar ummat beragama di wilayah tosari. Hampir tidak ditemukan sejarah atau catatan konflik sara di wilayah tosari. Hal ini dikarenakan kearifan lokal masyarakat setempat yang sangat menghargai keyakinan beragama diantara sesama warga. 
 
Anggota MPR RI dan DPR RI dari Partai Golkar, H Mukhammad Misbakhun  mengatakan, Kepala Desa dan perangkatnya sebagai ujung tombak dari Pemerintahan Kecamatan, Kabupaten, Propinsi dan Pusat merupakan bagian dari struktur pemerintahan yang paling bawah dan mempunyai andil besar dalam menjaga 4 pilar kebangsaaan.
 
"Nilai-nilai kebhinnekaan penting untuk di jaga bersama, karena hal tersebut menjadi simbol dari identitas kebangsaan dan wujud dari Pancasila," jelas Misbakhun melalui Adi Wibowo, selaku Tenaga Ahli.
 
Kepala desa dan perangkat desa itu, katanya, punya andil besar untuk menjaga keharmonisan, kerukunan ummat beragama kepada masyarakatnya dengan nilai-nilai kebhinnekaan, persatuan dan kesatuan bangsa, aturan dan budaya.
 
"Kita harus menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan bangsa, kerukunan ummat beragama berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Untuk itu, saya minta kepada para peserta sosialisasi 4 pilar kebangsaan ini, jangan sampai karena perbedaan suku ras dan pemahaman agama, masyarakat bisa bercerai berai,” tegasnya dihadapan peserta sosialisasi.
 
Lebih lanjut masih menurutnya, kepala desa dan perangkat desa mempunyai tempat di hati masyarakat. Karena, selain memiliki kedudukan pemerintahan paling bawah juga menjadi tempat yang strategis bagi masyarakat dalam mengadukan berbagai persolan yang berkembang di baris paling bawah.
 
Untuk itu, sudah sepantasnya kades dan perangkat desa menjadi mintra pemerintah pusat untuk turut serta mensosialisasikan dan mengamalkan empat pilar kebangsaan itu.
 
“Apabila masyarakat di arus yang paling bawah suruh menghafalkan poin per poin dari empat pilar kebangsaan itu tidak mungkin hafal. Namun saya yakin, yang hadir dalam kegiatan ini mampu mensosialisasikan dan mengamalkan nilai-nilai empat pilar kebangsaan itu kepada masyarakat di desanya masing-masing. Dengan merajut nilai-nilai kesatuan persatuan dan keharmonisan dalam bernegara, berbangsa dan bermasyarakat dengan menjunjung tinggi norma dan nilai yang sudah tertanam di masyarakat, maka InsyaAllah bisa mengamalkan 4 pilar kebangsaan kepada masyarakatnya," ujarnya.
 
Dalam doa pembukaan acara misalkan dilaksanakan dalam tiga ragam agama, hindu, islam dan kristen. Semua berbaur dan seolah bukti nyata bahwa Bhineka Tunggal ika secara praktek sudah dilaksanakan melalui kearifan lokal budaya masyarakat suku tengger Tosari. 
 
"Tosari dengan suku tenggernya adalah contoh bagaimana sebenarnya nilai nilai luhur bangsa ini ada sebagai kekayaan peradaban sehingga menginspirasi lahirnya Pancasila dan kebhinekaan kita sebagai bangsa,"pungkasnya. (sip)



Berita Terkait