Berita Metro

Jumat, 08 Februari 2019  18:43

Misbakhun Tegaskan, Dana Desa Dari Jokowi Untuk Rakyat

Misbakhun Tegaskan, Dana Desa Dari Jokowi Untuk Rakyat
Misbakhun ketika memberikan pemaparan manfaatnya dana desa.
PASURUAN (BM) - Program Dana Desa adalah program unggulan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), soal bagaimana membangun Indonesia dari pinggiran. Yakni pembangunan Indonesia yang Indonesia sentris bukan Jawa sentris.
 
Merespon hal tersebut, legislator Partai Golkar, Mukhamad Misbakhun menghadiri kegiatan workshop Evaluasi Implementasi Sistem Tata Kelola Keuangan Desa dengan Aplikasi Siskeudes Versi 2.0 di Kabupaten Pasuruan.
 
Workshop tersebut dengan tema “Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa yang Partisipatif, Transparan, dan Akuntabel dengan Menggunakan Aplikasi Siskeudes" di Gedung Serba Guna Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Jalan Hayam Wuruk No.14 Kota Pasuruan, Jumat (8/2).
 
"Dengan dana desa, maka pembangunan infrastruktur desa berupa jalan desa, irigasi desa, jembatan desa, polindes, BUMDes, pemberdayaan masyarakat, mempromosikan produk unggulan desa yang utama adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, bisa terjadi," jelas Misbakhun.
 
Workshop dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasuruan, Agus Sutiadji mewakili Bupati Pasuruan, Gatot Darmasto selaku Deputi BPKP Bidang Keuangan Daerah, Diva Mahendra selaku Auditor Madya BPK Perwakilan Jatim Wilayah IV, Kompol Yusi Indra selaku Kasubdit Tipikor Wilayah 3. Polda Jatim, dan Agus Setyawan Kepala Perwakilan Jatim.
 
Sebelumnya, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo menyatakan bahwa tata kelola dana desa, yang digelontorkan sejak 2015, makin membaik dari tahun ke tahun.
 
"Dari tahun ke tahun tata kelola dana desa terus membaik. Hal ini bisa dilihat dari penyerapan dana desa yang juga terus meningkat," kata dia dalam siaran pers kementerian di Jakarta.
 
Ia menjelaskan pada tahun pertama penyaluran dana desa, 82, 72 persen dari Rp20,67 triliun dana yang disediakan terserap.
 
Dengan komitmen kuat dari seluruh perangkat desa, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan dukungan pendampingan yang terus ditingkatkan oleh pendamping desa serta dukungan dari kepolisian, kejaksaan, dan badan pengawas, ia melanjutkan, penyerapan dana desa dari tahun ke tahun terus meningkat.
 
Menurut data pemerintah, tahun 2016 pemerintah menyediakan Rp46,98 triliun dana desa dan tingkat penyerapan sampai 97,65 persen, dan pada 2017 hingga 98,54 persen dari Rp60 triliun dana desa yang dialokasikan terserap. Tahun 2018, pemerintah mengalokasikan Rp60 triliun dana desa dan sekitar 99 persen di antaranya terserap.
 
"Saya optimis, dana desa tahun ini penyerapannya akan lebih baik lagi," kata Eko. (*)



Berita Terkait