Berita Metro

Jumat, 16 Maret 2018  19:34

Lindungi Sungai Bawah Tanah, Pemkab Galakkan Konservasi

Lindungi Sungai Bawah Tanah, Pemkab Galakkan Konservasi
Dalam mempertahankan keberadaan air bawah tanah, penggalakan konservasi terus dilakukan dengan penghijauan

Pasuruan(BM)-Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus menggalakkan konservasi air bawah tanah kepada seluruh lapisan masyarakat, guna mempertahankan keberadaan air bawah tanah di daerah Kabupaten Pasuruan.  Hal ini sebagai langkah terkait kurang dipahaminya oleh sebagian masyarakat yang sering melakukan ekploitasi, sehingga dapat mengganggu ekosistem air bawah tanah.  “Kabupaten Pasuruan ditetapkan sebagai daerah permanen bencana, karena pada setiap musim hujan sering terjadi tanah longsor dan banjir. Maka kegiatan semacam konservasi dengan menaman sejumlah pohon harus sering dilakukan,” kata Sekretaris Daerah Pemkab Pasuruan, Agus Sutiadji saat menghadiri giat konservasi di Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol Kamis (15/3).

Kegiatan penanaman pohon ini akan lebih sering dilakukan, terutama di sejumlah daerah yang dinyatakan kritis bencana, yang dikelompok oleh beberapa zona. Seperti zona 1 berda di wilayah lereng Gunung Bromo, Kecamatan Grati, Rejoso, Winongan, Gondang Wetan dan Pasrepan. Sementara itu untuk zona 2 berada di Gunung Welirang dan sekitarnya.

Kegiatan konservasi ini, dihadiri sekitar 20 perusahaan yang tersebar di wilayah Kabupaten Pasuruan dan sejumlah elemen masyarakat seperti, Karang Taruna, Pemerintah Desa, jajaran forum Daerah Aliran Sungai (DAS), Perhutani dan Tahura.

Keterlibatannnya dengan sejumlah perusahaan, karena 95 persen perusahaan di Kabupaten Pasuruan memanfaatkan air bersih. “Konon katanya di Pasuruan ini terdapat sungai bawah tanah yang paling baik, dan sekitar 80 persen perusahaan air kemasan di Jawa Timur berada di Kabupaten Pasuruan. Maka dari itu mulai saat ini mari kita melakukan kegiatan penanaman pohon sebanyak-banyaknya, agar kedepannya anak cucu kita mendapatkan lingkungan yang baik,” ungkapnya.(pas/dra)




Berita Terkait