Berita Metro

Senin, 10 Desember 2018  17:49

Kejari dan LSM Turun ke Jalan

Kejari dan LSM Turun ke Jalan
memperingati hari anti korupsi sedunia, Kajari beserta perwakilan LSM Pasuruan turun ke jalan

 

 

Pasuruan(BM)-Peringati Hari Anti Korupsi se Dunia, diperingatioleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan beserta perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dengan bagi - bagi sticker, Senin (10/12). Kejaksaan Negeri Bangil, Kabupaten Pasuruan, turun ke jalan dengan membagi-bagikan stiker dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi se Dunia.

Berlokasi di depan Alun - alun Bangil, acara digelar dengan mengundang seluruh perwakilan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Pasuruan.

Kepala Kejaksaan Negeri Bangil, H. Muh Noor HK, mengatakan acara yang digelar baru kali ini dilaksanakan oleh Kejaksaan dengan menggandeng para LSM yang dianggap mempunyai peran dalam membantu pemberantasan suatu tindak pidana korupsi khususnya di Kabupaten Pasuruan.

Adanya kegiatan yang berlangsung ini memiliki target kedepan untuk meningkatkan sinergitas dalam semua elemen masyarakat terutama anggota LSM dan stakeholder di wilayah Kabupaten Pasuruan.

“Kami yakin bahwa Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan bersama seluruh elemen masyarakat yang saling kerjasama, akan dapat menjadikan tugas kami menjadi lebih baik serta membuat Kabupaten Pasuruan bebas dari tindak pidana korupsi,” terang H.Muh Noor HK. Di dalam rangkaian acara yang berlangsung, seluruh pegawai Kejaksaan serta perwakilan LSM turun ke jalan untuk menyebar dan menempel stiker kepada seluruh pengendara mobil atau motor, bahkan truk yang melewati jalan pantura arah Surabaya - Banyuwangi dan sebaliknya.

Dalam penindakan tindak pidana korupsi serta memperhatikan kerugian keuangan negara, dikarenakan pihak Kejaksaan tidak dapat mengkriminalisasi seseorang tanpa adanya minimum 2 alat bukti dan kerugian keuangan negara hasil audit dari lembaga yang berwenang.

“Kami berharap agar penanganan audit yang dilaksanakan oleh inspektorat dapat dipercepat dan akuntabel, meskipun dari pihak kejaksaan sangat paham bahwa Inspektorat kekurangan personil dalam melaksanakan audit internal pemerintahan, disisi lain harus menanggapi adanya audit investigasi permintaan dari aparat penegak hukum,” terang Denny Saputra, Kasi Pidsus Kejaksaan Kabupaten Pasuruan.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan berpesan kepada Gus Irsyad, Bupati Pasuruan, agar segera mengisi kekurangan auditor di inspektorat Kabupaten Pasuruan.

Karena masih banyak auditor - auditor yang berkualitas dan berpotensi yang masih tersebar di beberapa OPD.(Dim/dra)

 




Berita Terkait