Berita Metro

Sabtu, 19 Januari 2019  16:40

Ikhtiar Yayasan Grojogan Sewu Merawat Lingkungan

Ikhtiar Yayasan Grojogan Sewu Merawat Lingkungan
Penanaman Pohon sebagai peduli lingkungan
PASURUAN (BM) - Yayasan Grojogan Sewu yang berada di Genengsari, Pecalukan, Prigen, Kab. Pasuruan ini terus melakukan ihtiar penyelamatan lingkungan melalui program penghijauan. 
 
Langkah itu, sebagai wujud partisipasi memberikan dukungan dan tindakan sesuai dengan program pemerintah agar penanaman lahan kritis, hutanyang cenderung gundul dan kebakaran hutan karena ulah dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab demi kepentingan individu sehingga berdampak negatif bagi lingkungan sekitarnya.
 
“Kami berharap masyarakat khususnya perambah hutan tergugah kesadarannya untuk bersama-sama memelihara dan menjaga keberadaan hutan serta fungsinya,” kata wakil ketua pelaksana Gerakan Menanam 1.000 Pohon, Suyanto di Genengsari, Pecalukan, Prigen, Kab. Pasuruan, Sabtu (19/01).
 
Dikatakan Suyanto, tujuan digelarnya kegiatan tersebut  untuk mengurangi lahan  kritis di area lereng gunung Welirang Tahura, mengurangi bencana alam longsor dan banjir bandang, terpeliharanya sumber daya alam (sumber air dan udara yang sehat), meningkatkan sumber ekonomi masyarakat petani.
 
“Dengan demikian, masyarakat sadar pentingnya fungsi hutan sehingga flora dan fauna akan terjaga,” imbuhnya.
 
Salah satu pengurus Yayasan Grojogan Sewu Jamal Safii mengatakan, sasaran utama kegiatan ini adalah manusia dan lahan kritis dan hutan. Menurutnya,  manusia diharapkan menyadari bahwa hutan adalah sebagian dari kebutuhan pokok kehidupan manusia yang sangat urgent dalam hal kenyamanan lingkungan, pemenuhan kebutuhan air dan peningkatan ekonomi taraf hidup manusia.
 
“Kami mengajak ikut berpartisipasi dalam penanganan dan pemeliharaan hutan secara swadaya dan berdasarkan kesadaran serta keikhlasan pribadi tanpa ada unsur keterpaksaan,” terangnya.
 
Sasaran kedua, sambungnya,  lahan kritis dan hutan. Menurutnya, kondisi hutan saat ini semakin lama semakin gundul, banyak lahan yang kritis akibat dari kebakaran hutan, pengalihan fungsi hutan menjadi perkebunan, populasi pertumbuhan penduduk yang meningkat, dimana saling membutuhkan tempat tinggal dan kepentingan bisnis, sehingga lahanpun lambat laun semakin sempit tak terkecuali hutan-pun terkena dampaknya.
 
“Karena itu, kami mengajak semua elemen masyarakat secara bersama-sama turut berpartisipasi meminimalisasi dampak globalisasi,menjaga ketersediaan air, mencegah banjir dan longsor, serta mencegah erosi,” pungkasnya. (ahe)



Berita Terkait