Berita Metro

Jumat, 27 April 2018  21:15

BPBD Gelar Simulasi Evakuasi Korban Tenggelam

BPBD Gelar Simulasi Evakuasi Korban Tenggelam
BPB Kabupaten Pasuruan saat melakukan penanganan korban banjir

Pasuruan(BM)-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan menggelar simulasi penyelamatan korban tenggelam di sungai, Kamis (26/4). Simulasi dilakukan di dalam komplek Perkantoran Raci Bangil, sesaat setelah berakhirnya Apel Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) dan Hari Otonomi Daerah ke 22 tahun 2018.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana, mengatakan simulasi ini merupakan salah satu bentuk kesiapan relawan untuk mengantisipasi dan menghadapi bencana alam, khususnya banjir. “Simulasi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para relawan dalam penyelamatan korban tenggelam. Harapannya, dengan latihan ini seluruh relawan siap setiap saat jika ada bencana alam. Kalau pas banjir dan tiba-tiba ada kejadian perahu terbalik atau orang terseret banjir. Kita perlu menyiapkan anggota untuk selalu siap," katanya.

Dalam beberapa tahun terakhir, kecelakaan di perairan kabupaten pasuruan selalu terjadi. Hanya saja, yang terpenting menurut Bakti terletak pada upaya cepat menyelamatkan korban pada saat bencana terjadi."Kasus warga tenggelam di sungai atau laut selalu terjadi, dan itu dengan berbagai macam penyebab, mulai dari kram perut, terseret arus, hingga kapal yang tenggelam. Yang terpenting, kami haraokan masyarakat agar selalu cepet memberikan informasi kalau ada tanda-tanda orang tenggelam atau kecelakaan di tempat kerja, kami selaku potensi bencana siap untuk selamat dan menyelamatkan,” jelasnya.

Sementara, Plt Bupati Pasuruan, Riang Kulup Prayudha menegaskan, dengan bergesernya paradigma penanggulangan bencana, yakni dari upaya responsif ke arah preventif, dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat dan badan usaha, untuk senantiasa mengantisipasi bencana dan upaya mitigasi, seperti menjaga kebersihan dan normalisasi sungai, penghijauan dan lainnya.

“Dalam upaya tersebut, maka akan tercipta masyarakat yang tangguh bencana, sebagaimana telah dicapai oleh Desa Kedawungkulon dan desa-desa lainnya,” beber dia.Di sisi lain, jalannya latihan evakuasi korban banjir berlangsung lancar. Simulasi ini dilaksanakan di tengah arus sungai yang sedang banjir. Seorang peserta memerankan menjadi korban tenggelam di tengah sungai. Petugas BPBD yang mendapatkan laporan kemudian langsung menerjunkan sebuah perahu karet ke tengah sungai. Kemudian petugas langsung mengevakuasi korban yang tenggelam ke pinggir sungai.Korban yang kondisinya pingsan langsung ditangani oleh relawan yang sudah menunggu di tepi sungai.(pas/dra)




Berita Terkait