Berita Metro

Rabu, 14 Maret 2018  20:00

Banjir Lumpuhkan Ekonomi Sembilan Desa di Pasuruan

Banjir Lumpuhkan Ekonomi Sembilan Desa di Pasuruan
Akibat banjir yang melanda di sejumlah wilayah, menyebabkan aktivitas warga menjadi terganggu

Pasuruan(BM)-Sebanyak Sembilan Desa di tiga kecamatan di Kabupaten Pasuruan diterjang banjir sejak beberapa hari lalu mulai surut. Banjir yang disebabkan meluapnya Sungai Kronto dan Ranu Grati. Desa yang dilanda banjir diantaranya Desa Jetis, Desa Prodo, Desa Winongan Lor, Desa Winongan Kidul, Desa Bandaran di Kecamatan Winongan. Ketinggian air rata-rata 10-30 cm.

Seperti di Desa Toyaning dan Desa Patuguran, Kecamatan Rejoso, ketinggiann air mencapai 20-40 cm. Kondisi lebih parah terlihat di Desa Kedawung Wetan dan Kedawung Kulon, Kecamatan Grati. Di dua desa ini banjir mencapai 70 cm."Saat ini di sejumlah lokasi mulai surut," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana, Rabu (14/3).
Meski surut, warga tetap harus melakukan pemebersihan lumpur yang terbawa banjir. Di Desa Kedawung Wetan dan Kedawung Lor, misalnya, lumpur tebal mengendap di halaman rumah dan lantai rumah serta jalan. Selain itu warga juga harus waspada, bila sewaktu-waktu sungai meluap lagi karena debitnya masih tinggi. "Kalau hujan lagi, bisa meluap lagi," kata Abdul Rozak, seorang warga skitar.
Banjir yang menggenang jalan Raya Winongan juga menghambat lalu-lintas. Banyak pengendara motor yang tak berani menerobos banjir, terpaksa berhenti. "Airnya masih tinggi, kalau menerobos kuatir mogok," ujar Khoirul, seorang pelajar yang hendak berangkat sekolah.
Akibat meluapnya dua sungai di Kabupaten Pasuruan, yakni sungai Sedaeng dan Winong, sekitar 300 rumah warga yang tersebar di Kedawung Kulon dan Kedawung Wetan Kecamatan Grati, terendam banjir. Banjir yang melanda permukiman warga dengan ketinggian bervariasi, mulai 50 centi meter hingga 1 meter.
Hingga Rabu (14/3) pagi, ketinggian air dipermukiman warga Desa Kedawung Kecamatan Grati, masih mencapai 70 centimeter. Selain menggenangi permukiman warga, banjir juga menggenangi jalan Desa Kedawung, "Pihak BPBD saat ini sudah memepersiapkan dapur umum untuk memberikan bantuan makanan dan minuman bagi korban banjir," ujarnya. Sementara salah satu warga korban banjir mengaku, jika di daerahnya sudah menjadi langganan banjir. Menurutnya, saat ini adalah banjir yang terbesar dalam seminggu terakhir.(pas/dra)




Berita Terkait