Berita Metro

Rabu, 03 Januari 2018  22:14

2018, Pemkab Targetkan PAD Rp 349,3 Miliar

2018, Pemkab Targetkan PAD Rp 349,3 Miliar
PASURUAN (BM) - PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Pasuruan menargetkan bisa menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari 10  pajak daerah tahun 2018 sebesar Rp 349,3 miliar.
 
Penegasan itu disampaikan Mokhamad Syafi’I, Kepala Bidang (Kabid) Pendataan, Penetapan dan Pelaporan pada Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Pasuruan, Selasa (2/1).
 
Menurutnya, pendapatan tersebut diperoleh dari pungutan di sejumlah sektor yang ada di Kabupaten, diantaranya pajak hotel dan restoran, hiburan, parkir, penerangan jalan, mineral bukan logam dan batuan, BPHTB (bea perolehan hak atas tanah dan bangunan), pajak bumi dan bangunan (PBB P2), serta pajak reklame.
 
Dari seluruh pajak tersebut, yang paling banyak menyumbang untuk PAD adalah BPHTB. Hingga per 28 desember 2017 lalu, sektor ini  telah menyumbangkan sebesar Rp 126,969 miliar, diikuti pajak penerangan jalan yang menyumbangkan Rp 111,5 miliar, PBB P2 dengan nilai Rp 61,3 miliar dan seterusnya.
 
“Setiap tahun target selalu kita naikkan, karena kita optimis untuk selalu bias mencapai bahkan melebihi target yang kita pasang,” terangnya.
 
Untuk mencapai target PAD di angka Rp 349,3 miliar, BKD Kabupaten Pasuruan akan melakukan berbagai macam upaya, mulai dari intensifikasi maupun ekstensifikasi. Untuk intensifikasi, BKD menurut Syafi’I akan intens melakukan pengawasan dan pemantauan pajak daerah. Sedangkan ekstensifikasi bisa dilakukan melalui monitoring pembayaran hingga maupun mengali potensi atas wajib pajak baru setiap bulannya.
 
“Para wajib pajak itu ada dua, yakni self assesment dan office assesment. Kalau self assessment seperti pajak hotel dan restoran, hiburan, parkir, penerangan jalan, BPHTB dan mineral bukan logam, para wajib pajak bisa menghitung sendiri pajaknya, tapi kalau office assessment seperti PBB P2 dan reklame, para wajib pajak tinggal membayar saja, karena nilai pembayarannya sudah tertera di dlam tagihan pembayaran,” urainya.
 
Syafi’I juga menegaskan, keoptimisan untuk menggenjot PAD dengan nilai yang terus meningkat tak asal omong belaka. Dia lantas mencontohkan, untuk tahun 2017 hingga tanggal 28 desember 2017,  target yang dipasang yakni Rp 329,75 miliar, akan tetapi realisasinya mencapai Rp 375,273 atau mencapai 114,04% di atas target selama setahun.
 
“Kita tidak akan pernah berhenti untuk terus menaikkan PAD dari sector pajak, karena nantinya juga dikembalikan kepada seluruh wajib pajak atau masyarakat,” singkatnya. (ara/udi)
 



Berita Terkait