Berita Metro

Rabu, 30 Januari 2019  21:37

Tak mau di Sebut Mahasiswi kupu-kupu, Maimunah Berorganisasi

Tak mau di Sebut Mahasiswi kupu-kupu, Maimunah Berorganisasi
Siti Maimunah
Kupu-kupu adalah istilah keren bagi mahasiswa yang hanya kuliah pulang kuliah pulang saja. Sebutan ini sering di lontarkan kepada mahasiswa-mahasiswi yang hanya kuliah saja dan enggan mengisi waktu kosongnya dengan berorganisasi. 
 
Oleh : Siti Maimunah, Mahasiswi IAIN Jember Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam.

Berikut Laporannya :
 
Organisasi adalah sebuah wadah atau tempat berkumpulnya orang-orang yang mempunyai tujuan yang sama. 
 
Sebut saja, Siti Maimunah adalah mahasiswi IAIN jember Fakultas Tarbiyah jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) yang enggan menjadi mahasiswi kupu-kupu, Sejak ia masih menjadi siswi, ia sudah aktif dalam berorganisasi. 
 
Organisasi yang di geluti ialah, menjadi OSIS, Pramuka. Setelah luluspun May panggilan akrabnya, ikut Makesta IPPNU, berkat IPPNU lah May semangat untuk kuliah.
 
Saat itu, dia mengikuti Pesantren Kilat (Sanlat) dan berhasil mengantarkan ke kampus IAIN Jember. Saat ini, May menjadi pengurus di tingkat Anak Cabang (PAC) di IPPNU Leces Kabupaten Probolinggo. 
 
Sehingga, dia memilih mengisi saat mata kuliah kosong untuk berorganisasi. Banyak sekali Organisasi yang berada di kampusnya, namun May lebih memilih Organisasi PMII. Ada apa di dalam organisasi ini ? 
 
PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) adalah organisasi kemahasiswaan yang berdiri di bawah naungan NU dan Islam Aswaja yang berslogan Dzikir, Fikir dan amal sholeh. Organisasi ini adalah organisasi ekstra kampus.
 
Di dalam organisasi ini diajarkan untuk berfikir kritis, landasan Nilai-nilai yang ada  5 yaitu 1. Tawassud, 2. I'tidal 3.Tasamuh 4. Tawazun dan 5. Amar ma'ruf nahi mungkar, Hablum minallah, Hablum minannas dan Hablum minal alam. 

" Semua itu saya dapatkan dalam berorganisasi PMII ini. Saya banyak sekali belajar di dalam organisasi ini dan tidak lupa pula pengalaman yang sangat berharga dan tak bisa terlupakan saya dapatkan dalam organosasi ini,"jelasnya.
 
Namun pertanyaannya adalah, apa yang telah kau berikan untuk organisasi ini? "Rasanya saya masih belum memberikan apa-apa untuk organisasi saya ini,"jawabnya singkat.
 
Namun jangan pernah mengharap sesuatu dalam berorganisasi, ingatlah sudah berapa banyak sesuatu yang sudah diberikan pada organisasi tersebut. "Ikhlas dalam berproses karena saya selalu ingat perkataan senior saya " Teruslah berproses karena proses tidak akan mengkhianati hasil ,"kenang dia.
 
May tidak hanya bergabung dalam organisasi ekstra kampus, namun ia juga bergelut dalam organisasi intra kampus seperti di HMPS (Himpunan Mahasiswa Program Studi) dan di BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). 
 
Mengapa memilih mengisi kekosongan  dengan berorganisasi? Alasannya adalah ingin mencari pengalaman yang lebih, karena kuliah saja belum tentu bisa diserap secara 100% mareri yang di sampaikan. "Kuliah hanya materi sedangkan berorganisasi adalah praktek dan yang ada di organisasi kadang tidak ada di materi perkuliahan,"katanya.
 
"Saya bisa seperti sekarang ini karena berproses dalam organisasi, bukan hanya di ekstra dan intra kampus saja namun banyak lagi organisasi di luar kampus. Saya bisa percaya diri berbicara di depan umum karena berproses di organisasi. Kuncinya adalah Membaca, Diskusi lalu aksi,"pesan dia. (*)
 



Berita Terkait