Berita Metro

Kamis, 11 Mei 2017  19:42

Kendaraan Proyek Tol Dilarang Melintas, Pimpro Gerah

Kendaraan Proyek Tol Dilarang Melintas, Pimpro Gerah
Puluhan pekerja memilih duduk-duduk di lokasi proyek, karena pengerjaan proyek dihentikan warga di Desa Jali, Sukomoro, Nganjuk
NGANJUK(BM)– Proyek Tol Solo-Kertosono yang merupakan proyek tol sepanjang 80 kilometer (km) dikerjakan oleh tiga perusahaan kontraktor, diantaranya PT Waskita, PT Wika, PP dan CRBC Indonesia. Jalan tol ini diperkirakan selesai seluruhnya pada 2018 mendatang
 
Namun pembangunan tol Solo-Kertosono (Soker) di Desa Jali, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, meneumi kendala dengan mendadak berhenti Selasa (9/5) malam. Lantaran, pengerjaan itu dihentikan paksa oleh warga setempat.
 
Akibat pemberhentian pekerjaan, PT BKPN sebagai sub kontrantor dan PT CRBC investor merasa dirugikan. PT BKPN (Bangun karya persada Nusantara) pun mengancam akan melaporkan ke Polres Nganjuk. Sebab, dampak pemblokiran pelaksanaan proyek dengan cara memblokade pintu keluar-masuk kendaraan proyek itu membuat mereka merugi hingga ratusan juta.
 
”Saya tidak main-main akan saya pidanakan. Karena sudah diberi masih aja kurang. Minta Rp 5 ribu per kendaraan, sekarang minta rit, kalau satu hari tiga sampai empat rit tinggal kalikan mas, terus minta lagi kompensasi Rp 16 juta itupun kita iya kan. Terus sekarang berubah lagi. Jika tidak direalisasikan maka kendaraan proyek tidak boleh melintas di Desa ini,” kata Adi  salah seorang Pelaksana PT BKPN saat dikonfirmasi 
 
Dikonfirmasi secara terpisah Kepala Desa Jali, Sukomoro Yatiran membantah bahwa dirinya memberhentikan proyek tersebut. Bahkan Yatiran mengaku belum dikasih kompensasi sama pihak PT CRBC yang diwakilkan Adi. “Saya sendiri mas sudah dua bulan belum dikasih kompensasi, kalau saya dituduh menghentikan silakan dia pakai jalur hukum,saya tidak gentar sama sekali,”terangnya.(juk/dra)



Berita Terkait