Berita Metro

Senin, 08 Mei 2017  19:43

Ditolak di Nganjuk, HTI Dibubarkan

Ditolak di Nganjuk, HTI Dibubarkan
Setelah kegiatannya ditolak oleh ormas islam di Nganjuk, akhirnya pemerintah resmi membubarkan HTI.
Nganjuk (BM) - Pasca kedatangan Banser dan GP Ansor ke acara pengajian bertajuk indahnya berdakwah yang digelar di Islamic Center, Nganjuk, Senin (8/5). DPD 2 HTI (Hizbut Tahrir Indonesia ) Kabupaten Nganjuk angkat bicara. Senin (8/5).
 
Chairul Huda perwakilan HTI Nganjuk, mengatakan bahwa aktifitas HTI selama puluhan tahun ini sudah diterima masyarakat dan acara yang dibubarkan tersebut bukan bagian dari kegiatan HTI. 
 
"Tidak ada kegiatan HTI sebagaimana disebutkan dalam pemberitaan dan  pengajian tersebut juga bukan dari HTI ataupun perwakilan HTI,” terang Chairul.
 
Prinsip dakwah yang disampaikan HTI selalu mengedepankan dialog intelektual. Tentang konsep Khilafah, Chairul Huda menyatakan jika konsep ini merupakan ajaran Islam untuk menyelesaikan probematika bangsa. Namun acara yang digelar HTI sudah mendapat penolakan dari sejumlah Ormas di Kabupaten Nganjuk. Karena ideologi khilafah tidak sesuai dengan ideologi Pancasila yang ada di Indonesia.
 
Pemerintah Republik Indonesia melalui Menko Polhukam Wiranto mengumumkan pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Kebijakan ini diambil karena HTI dinilai bertentangan dengan Pancasila dan UUD 45 serta menciptakan benturan di masyarakat. 
“Setelah melakukan pengkajian yang seksama dan pertimbangan mendalam, pemerintah perlu mengambil langkah-langkah hukum untuk membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di seluruh Indonesia,” kata Wiranto dalam jumpa pers di kantor Kementrian koordinator politik hukum dan keamanan Senin (08/5) siang.(kam/dra)



Berita Terkait