Berita Metro

Kamis, 18 Mei 2017  19:42

Di-PHK Sepihak, Ratusan Karyawan PT Lotus Tekstil Demo

Di-PHK Sepihak, Ratusan Karyawan PT Lotus Tekstil Demo
Ratusan buruh berunjuk rasa di depan kantor PT Lotus Tekstil menuntut tanggungjawa pabrik atas PHK sepihak.
NGANJUK(BM)–Dianggap melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak yang dilakukan perusahaan PT Lotus Tekstil. Ratusan buruh yang tergabung dalam serikat pekerja konfederasi Sarekat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) berunjukrasa di depan perusahaan PT Lotus Tekstil, di Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Kamis (18/5).
 
Sambil membentangkan poster, para buruh bergantian melakukan orasi dipintu gerbang di jalan raya Surabaya-Madiun. Mereka menuntut kepada pabrik untuk dijadikan karyawan tetap setelah 3 tahun bekerja.  
 
“Kami meminta hak dan kewajiban kami. Apabila demo ini tidak membuahkan hasil,kami akan melanjutkan demo pada hari berikutnya. Nasib kami yang telah menjadi korban kepentingan manajemen,” teriak Utami, (33) salah seorang buruh korban PHK sepihak, Kamis (18/5).
 
Saat ini ada beberapa karyawan yang menjadi korban PHK sepihak PT Lotus Tekstil. Selain itu, para buruh yang berjumlah 300 orang ini mendesak agar mereka juga mendapatkan haknya berupa jaminan kesehatan, cuti haid, cuti hamil, cuti melahirkan, upah buruh yang sakit serta tuntutan yang lain yang laik diterima pekerja.
 
“Karena tidak kunjung ada kesepakatan, para karyawan kemudian melakukan mogok kerja,” terangnya. Aksi mogok kerja yang dilakukan 300 karyawan itu langsung mendapatkan reaksi dari pihak manajemen dengan melakukan PHK terhadap mereka. 
 
Alasannya, manajemen menilai bahwa mogok kerja yang dilakukan bagian dari indisipliner terhadap manajemen PT Lotus Tekstil.
Dalam keterangan persnya, Manager Perusahaan PT Lotus Tekstil Emil Susanto menyatakan bahwa pihaknya perlu melakukan klarifikasi kepada buruh. Agar para buruh dapat memahami akar masalahnya dari pihak yang bukan dari induk SPSI Kabupaten Nganjuk.
 
“Kita prosedural dalam melakukan tindakan,bahkan mereka yang melakukan demo itu sudah salah tanpa prosesur perusahaan kita,” kata Emil. Selama ini pihaknya sudah menjalin kerjasama yang baik dengan mantan buruh PT Mulya Diva. Karena selama ini pihak Lotus juga tidak pernah ada masalah dengan Outsoursing PT Mulia Diva.
 
“Jangan sampai melangar hokum, karena kalau sampai melanggar hukum maka pihaknya akan melaporkan kepada pihak yang berwajib,”jelasnya. Dikonfirmasi mengenai hal ini, pihak PT Lotus Tekstil mengakui telah mem-PHK 4 karyawanya yang melakukan mogok kerja tersebut karena dinilai indisipliner. Namun, ditegaskan bahwa semua yang dilakukan perusahaan tidak menyimpang dari Undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.(juk/dra)



Berita Terkait