Berita Metro

Senin, 09 April 2018  17:15

Prediksi Jokowi: RI Jadi Negara Ekonomi Terkuat di 2030

Prediksi Jokowi: RI Jadi Negara Ekonomi Terkuat di 2030
Jokowi

JAKARTA (BM) - Presiden Jokowi meyakini, Indonesia bakal menjadi negara besar dengan ekonomi terkuat di dunia 12 tahun lagi atau pada tahun 2030 mendatang. Keyakinan Presiden itu disampaikan,di hadapan siswa Taruna Nusantara. Jokowi mengajak para siswa optimistis menatap masa depan bangsa.

"Saya ingin mengajak kita semua optimistis menatap masa depan, bahwa negara ini akan jadi sebuah negara besar," kata Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan kepada ratusan siswa Taruna Nusantara di Istana Negara, Jakarta, Senin (9/4).

Namun demikian, untuk menuju negara besar tak ada yang serba instan. Menurut Presiden Jokowi, dibutuhkan kerja keras dan rasa optimisme kuat dari seluruh rakyat Indonesia. Siswa Taruna Nusantara sebagai generasi muda bangsa juga harus berusaha keras membawa Indonesia lebih baik.

"Kalau ingin jadi negara besar dan kuat ekonominya harus usaha keras, ikhtiar keras," kata dia.

Mantan Wali Kota Solo ini juga berpesan, siswa Taruna Nusantara jangan bermalas-malasan. Harus belajar lebih keras dan tahan banting. Presiden Jokowi optimistis, di tangan generasi muda tahan banting, Indonesia betul-betul jadi negara yang diperhitungkan di dunia.

"Sebagai generasi yang nantinya memimpin negara ini, harus tahan banting, tahan uji. Tidak cengeng dan tidak manja apalagi malas. Lupakan itu!" tegasnya.

Presiden Jokowi menambahkan, siswa Taruna Nusantara juga harus mempersiapkan diri menghadapi revolusi industri 4.0. Anak muda wajib mengambil peluang dari setiap perubahan global yang terjadi.

"Kita tidak perlu takut (hadapi perubahan global) tapi perlu siapkan diri. Belajar, berusaha sekeras mungkin agar ambil peluang dari revolusi ini. Kalau tak siap tidak bisa ambil peluang," kata dia.

 

Indonesia Emas 2045

Terkait optimisme ini, di tempat terpisah Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, berpendapat mental masyarakat Indonesia harus berubah untuk menuju Indonesia Emas 2045. Hal itu juga untuk mengantisipasi kemajuan teknologi serta bertambahnya jumlah penduduk.

Sri Mulyani mengatakan hal tersebut saat memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) di gedung Prof. Soedarto Undip Semarang.

Salah satu yang perlu disiapkan untuk 2045 adalah persiapan mental. Masyarakat kelas menengah sebisa mungkin jangan hanya pasrah dan berharap ingin mendapatkan sesuatu secara gratis.

"Kelompok menengah harus confident, saya senang jadi bagian dari negara Indonesia, saya akan minta bentuk service, bukan subsidi, misal sekolah bagus, bener, mengurus KTP cepat, mengurus SIM cepat, universitas dapat bagus," kata Sri Mulyani, Senin (9/4/2018).

Ia menjelaskan perlu masukan mindset yang bagus karena terjangan perkembangan teknologi, bahkan peran manusia bisa saja nantinya digantikan oleh robot.

"Hal inilah perlu masukan mindset bagus, karakter yang benar menghadapi 2045. Teknologi akan masuk, yang tidak bisa digantikan robot adalah critical thinking, kritik, merasakan emosional," tandasnya.

Oleh sebab itu Sri Mulyani berharap agar jangan hanya memikirkan hal-hal sepele, tapi berkonstribusi. Ia mencontohkan saat ini presiden dan wakil presiden terus bergerak mengenai isu tentang anak kurang gizi di Indonesia.

"Kita pikirkan anak-anak kita 25% kurang gizi, maka habis-habisan presiden dan wakil presiden menjadikan kurang gizi sebagai fokus," tegasnya.

Menurut Sri Mulyani, ada 4 hal yang harus disiapkan menuju 2045. Pertama yaitu kualitas manusianya.

Kedua infrastruktur, ketiga kualitas kelembagaan agar profesional dan tidak korup, keempat adalah kebijakan pemerintah.

"Kalau Presiden Jokowi fokus bangun manusia dan infrastruktur, itu bukan hobi," tegasnya.

Untuk membangun kualitas masyarakat Indonesia, negara sudah banyak memberikan kontirbusi menggunakan APBN yaitu dengan membantu warga miskin agar memperoleh pendidikan dan sebagainya. (mer/det/tit)




Berita Terkait