Berita Metro

Rabu, 04 April 2018  18:33

Potensi Tsunami 57 Meter, Pakar ITB: Perlu Penelitian Lanjut

Potensi Tsunami 57 Meter, Pakar ITB: Perlu Penelitian Lanjut
Widjo Kongko (tengah) memberikan pemaparan potensi tsunami di Indonesia.

Bandung (BM) –  Pakar gempa bumi ITB Irwan Meliano menyatakan perlu ada penelitian kembali terkait prediksi adanya potensi tsunami setinggi 57 meter di wilayah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Karena tingkat akurasi terkait potensi tersebut masih sangat rendah.

"Komentar saya tentang perhitungan tsunami Pak Widjo (Peneliti tsunami BPPT) bahwa dalam presentasinya menggunakan data global. Data global itu tingkat akurasinya rendah," kata Irwan di Kampus ITB, Kota Bandung, Rabu (4/4/2018).

Untuk itu, kata dia, perlu ada penelitian lanjutan menyangkut potensi tsunami setinggi 57 meter tersebut. Bahkan, Irwan melanjutkan, peneliti tsunami pada Balai Pengkajian Dinamika Pantai Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko juga menyarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.

"Beliau (Widjo Kongko) sendiri menyarankan untuk ada verifikasi detail untuk modelnya. Jadi angka 57 itu angka yang perlu diverifikasi," ujarnya.

Irwan mengaku hadir saat peneliti BPPT Widjo Kongko menyampaikan presentasi terkait potensi tsunami. Dia hadir dalam pertemuan itu untuk memberi materi dari sisi kegempaan. Sehingga dia tahu apa yang disampaikan oleh Widjo Kongko dalam presentasinya.

Dalam presentasinya, Irwan mengungkapkan Widjo mengaku bila data yang dimilikinya terkait potensi tsunami belum optimal. Sehingga datanya belum bisa dijadikan menjadi acuan untuk mengambil keputusan.

"Dalam presentasinya sendiri beliau menyatakan bahwa datanya belum optimal. Jadi belum bisa dijadikan sebagai pengambil keputusan," ujar Irwan.

Diberitakan sebelumnya, peneliti tsunami pada Balai Pengkajian Dinamika Pantai, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko memprediksi ada potensi tsunami setinggi 57 meter di Kabupaten Pandeglang, Banten. Tsunami ini diprediksi mencapai Jakarta Utara. Namun, itu semua masih bersifat prediksi awal untuk keperluan antisipasi dan mitigasi bencana.

Widjo mengatakan tsunami itu bisa terjadi karena di Jawa Barat tengah diprediksi adanya gempa megathrust di daerah subduksi di selatan Jawa dan Selat Sunda. Salah satu contoh dampak gempa megathrust ini adalah adanya gempa di Banten pada akhir Januari 2018. Apabila kekuatan gempa mencapai 9 skala Richter di kedalaman laut yang dangkal, tsunami besar akan terjadi.

"Di Jawa Barat itu sumber gempa besar. Di situ bisa dikatakan di selatan bisa mencapai 8,8 Magnitudo atau 9 sehingga kaidah umum kalau di atas 7 Magnitudo dan terjadi di lautan dangkal sumbernya, maka potensi tsunami besar akan terjadi di daerah sana (Pandeglang)," kata Widjo di gedung BMKG, Jalan Angkasa Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (3/4/2018).

Widjo menyampaikan ini dalam diskusi sumber-sumber gempa bumi dan potensi tsunami di Jawa bagian barat. Peneliti LIPI Danny Hilmam Natawidjaya, peneliti ITB Irwan Meilano, dan peneliti Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Imam Suardi.

Tsunami tertinggi diprediksi bisa terjadi di Pandeglang karena merupakan kabupaten paling dekat dengan laut selatan. Apabila gempa megathrust terjadi, dalam hitungan setengah jam, tsunami diperkirakan akan mencapai daratan Kabupaten Pandeglang.

"Daerah Pandeglang dan Jawa Barat dan di daerah selatan karena paling dekat dengan sumber gempa bumi dan tsunami. Tetapi di sana cukup besar, bisa di atas 57 meter, dan jangka waktunya cuma kurang dari setengah jam. Jadi pendek tsunami sampai ke daratan," ujarnya.

Angka 57 meter tersebut muncul dari salah satu skenario pada simulasi yang dilakukan secara ilmiah oleh Widjo. Pemodelan dalam simulasi ini dilakukan dengan menggunakan data yang bersumber dari kajian ilmiah.

Selain di Pandeglang, tsunami itu diprediksi akan mencapai beberapa wilayah di Jawa Barat, Banten, dan Jakarta. Beberapa wilayah itu di antaranya Sukabumi dengan ketinggian 41,5 meter, Ciamis 39,8 meter, Lebak 39,4 meter, Cianjur 3,2 meter, Garut 30,1 meter, Tasikmalaya 28,2 meter, Serang-Banten 5,5 meter, Tangerang 4,2 meter, Jakarta Utara 2,4 meter, dan Bekasi Utara 2,8 meter.

"Untuk di Jakarta sekitar 2,5-3 meter tsunami masuk dan waktu 3-5 jam," ucap Widjo.

Widjo pun memprediksi tsunami ini akan terjadi lebih besar dibandingkan tsunami di Aceh pada 2004. Sebab, kedalaman laut di Jawa bagian barat lebih dalam dibandingkan Aceh.

"Ya (tsunami akan lebih besar) terutama di Aceh. Ya kalau di Aceh katakan skalanya 9 lebih skala Ritcher begitu. Kalau di sana juga terjadi segitu bisa besar seperti Aceh bahkan dari segi model bisa lebih besar karena kedalaman air di sana lebih dalam secara umum dibandingkan Aceh. Kalau semakin dalam, volume air yang dipindahkan semakin dalam dari gempa bumi kemudian tsunaminya menyebabkan besar," kata Widyo. (det/tit)




Berita Terkait