Berita Metro

Senin, 17 Desember 2017  16:53

Megawati Umumkan Cagub Empat Provinsi

Megawati Umumkan Cagub Empat Provinsi
Megawati memberi pidato di acara pengumuman nama pasangan cagub-cawagub PDIP Jakarta, Minggu (17/11).
Jakarta (BM) - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mendeklarasikan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur untuk empat provinsi dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018. Empat provinsi itu adalah Riau, Sulawesi Utara (Sultra), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Maluku.

“Saya bertekad, keempat pasangan saya pilih ini dapat memenangi perhatian dan suara dari rakyat yang memilih," kata Megawati di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu, 17 Desember 2017.

Untuk Sulawesi Tenggara, PDIP mengusung pasangan Asrun-Hugua. Untuk Riau, PDIP mengusung inkumben Arsyadjuliandi Rachman yang berpasangan dengan kader PDIP, Suyatno. Bagi Provinsi Maluku, PDIP menyiapkan Inspektur Jenderal Murad Ismail-Barnabas Orno. Dan terakhir, untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur PDIP memilih pasangan Marianus Sae-Emilia J. Nomleni.

"Mereka ini saya usung bukan untuk menang-menangan,” ujar Mega. PDIP akan membuatkan visi-misi yang sesuai dengan cita-cita partai untuk keempat pasangan calon yang diusung PDIP.

Di empat provinsi itu, PDIP tidak dapat mengusung calon gubernur sendiri sehingga harus berkoalisi. Sebagaimana diketahui berdasarkan UU Pilkada Nomor 10 Tahun 2016, syarat calon gubernur harus didukung oleh partai atau gabungan partai politik pemilik 20 persen jumlah kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau 25 persen suara di pemilu legislatif.

Di Riau, PDIP memiliki sembilan kursi, di Sulawesi Tenggara memiliki lima kursi, di Maluku ada tujuh kursi. Sedangkan Nusa Tenggara Timur, PDIP memiliki sepuluh kursi.

Megawati Soekarnoputri meminta penyelenggara pemilu yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) lebih tegas dalam menghadapi politik SARA dalam pemilu.

Menurutnya, kampanye yang mengedepankan isu SARA dan menghalalkan segala cara untuk menang membuat hilangnya etika berpolitik di Indonesia.

"Ini yang saya inginkan untuk KPU, Bawaslu, Panwaslu untuk benar bahwa sepakat dulu caranya (menghilangkan politik SARA) bagaimana. Mau main SARA? Masalah agama, suku. Hanya akan mendatangkan hal-hal dimana yang tampil hanya sebuah sifat permusuhan," kata Megawati.

Menurut Megawati, politik SARA mengakibatkan hilangnya unsur fairness atau adil dalam kontestasi pemilu.

Seharusnya, kata dia, rakyat diberi keleluasaan untuk memilih kepala daerahnya dengan cara-cara yang berbudaya.

Presiden Ke-5 RI itu mencontohkan bagaimana konflik SARA di Maluku begitu panas. Saat itu, dirinya yang masih menjabat presiden diminta untuk menyelesaikan konflik di Maluku.

"Aduh, begini ya. Ketika kebencian dimarakkan, satu keluarga bisa bunuh-bunuhan hanya karena agama. Ditimbulkan kebencian. Sudah lupa ada hubungan darah," kata dia.

Ia menegaskan, siapapun boleh berkampanye sambil melontarkan janji-janji. Namun, janji tersebut harus dipenuhi saat seorang calon kepala daerah sudah terpilih.

Visi dan misi calon kepala daerah pun disusun agar janji kampanye bersinergi dengan realisasinya.

"Kita boleh kampanye dengan segala janji tapi harus dipatuhi," tuturnya.

Megawati Akan Umumkan Cagub Jabar dan Jateng pada "Menit-menit Akhir"

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan pengusungan calon gubernur dan wakil gubernur untuk Pilkada Jawa Tengah dan Jawa Barat tinggal menunggu waktu. Menurut dia, PDIP sudah dalam posisi siap di tiap provinsi.

"Bersama-sama dengan provinsi lain bahkan, Jawa Tengah dan Jawa Barat sudah kami nyatakan siap. Tapi dalam momentum yang akan datang," kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Minggu (17/12/2017).

Dia beralasan, tidak serempaknya deklarasi yang dilakukan PDIP untuk para calon kepala daerah yang akan berlaga di Pilkada Serentak 2018 lantaran PDIP menganut asas gotong royong.

"Jadi kita fokus dulu (kepada satu-satu), konsentrasi dengan semangat bergotong royong," jelas Hasto.

Meski demikian, dia masih menutup rapat nama-nama kader yang diusung untuk Jateng dan Jabar. Dia hanya menegaskan, seluruh sosok yang diusung PDIP sudah mengerucut dan dalam napas yang sama untuk mendukung Jokowi di Pilpres 2019.

"Sudah mengerucut, tinggal pengumumannya, tapi kami ingin mendorong seluruh pilkada serentak kami tempatkan untuk mendukung Jokowi, untuk pilpres yang akan datang," ujarnya. (tem/kom/tit)




Berita Terkait