Berita Metro

Rabu, 03 Januari 2018  18:16

Mantan KSAU Penuhi Panggilan KPK sebagai Saksi

Mantan KSAU Penuhi Panggilan KPK sebagai Saksi
Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Purnawirawan Agus Supriatna saat memberikan pers, Rabu (3/1).

JAKARTA (BM) - Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI (Purn) Agus Supriatna, memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (3/1/2018).

Sebelumnya, KPK sudah dua kali meminta kehadiran Agus Supriatna. Pertama, pada tanggal 27 November 2017. Tapi, waktu itu dia meminta pemeriksaannya dijadwal ulang.

Kemudian, 15 Desember 2017, Agus kembali tidak memenuhi panggilan Penyidik KPK, dengan alasan sedang melaksanakan ibadah Umroh.

Sekitar pukul 9.30 WIB, Agus tiba di Gedung KPK, didampingi Teguh Samudra selaku pengacaranya, dan terpantau mendapat kawalan lima orang Anggota TNI AU.

Febri Diansyah Juru Bicara KPK mengatakan, Agus Supriatna dimintai keterangannya sebagai saksi untuk Irfan Kurnia Saleh Direktur PT Diratama Jaya Mandiri.

Irfan adalah seorang tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Helikopter Agusta Westland 101 dari unsur swasta yang ditetapkan KPK, 16 Juni 2017.

Dalam kasus ini, POM TNI sudah menetapkan lima orang tersangka, antara lain Kolonel FTS Kepala Unit Pelayanan Pengadaan, Marsekal Madya TNI FA Pejabat Pembuat Komitmen Pengadaan Barang dan Jasa, dan Letkol WW Pejabat Pemegang Kas.

Kemudian, Pembantu Letnan Dua SS Staf Pemegang Kas yang menyalurkan dana ke pihak-pihak tertentu, dan Marsda TNI SB Asisten Perencanaan Kepala Staf Angkatan Udara.

Pembelian helikopter Agusta Westland 101 bermasalah karena diduga ada penggelembungan dana mencapai Rp738 miliar. Dari hasil hitungan sementara, negara merugi sekitar Rp224 miliar.

 

Jangan Bikin Gaduh

Usai menjalani sekitar tiga jam pemeriksaan mulai pukul 9.30 WIB sampai 12.30 WIB, Agus Supriatna mengatakan sudah memberikan sejumlah keterangan kepada Penyidik KPK.

Tapi, Agus tidak mau menjelaskan detail keterangan yang disampaikan kepada Penyidik KPK, karena ada doktrin dan sumpah prajurit yang mengharuskannya menjaga rahasia.

Dia mengibaratkan pembelian helikopter AW 101 seperti memesan mobil Ferrari di sebuah showroom, yang bisa diubah sesuai spesifikasi penggunanya, baik untuk kendaraan santai atau untuk balapan.

Kemudian, Agus Supriatna meminta supaya persoalan pembelian helikopter itu tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

"Saya sudah jelaskan apa yang bisa saya jelaskan kepada Penyidik KPK. Saya minta kepada teman-teman (media massa) supaya persoalan ini jangan sampai membuat gaduh," ujarnya di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (3/1/2018).

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menyebut mantan KSAU Marsekal (Purn) Agus Supriatna menolak memberi keterangan terkait kasus dugaan korupsi helikopter AW-101. Agus beralasan keterangannya itu berkaitan dengan rahasia militer.

"Dalam proses pemeriksaan, dari informasi yang kami dapatkan dari penyidik, saksi tidak bersedia memberikan keterangan dengan alasan saat kejadian saksi menjabat sebagai KSAU dan merupakan prajurit aktif sehingga terkait dengan rahasia militer," ungkap Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (3/1/2018).

Namun, KPK tidak akan tinggal diam. Febri menyebut lembaganya akan melakukan koordinasi lanjutan dengan POM TNI.

"Hal ini tentu akan kami cermati dan dapat dilakukan koordinasi lebih lanjut dengan POM TNI. Kami percaya komitmen Panglima TNI masih sama kuatnya dalam pengusutan dugaan korupsi di pengadaan Heli AW-101 ini," ucap Febri lagi. (kom/ssn/det/tit)




Berita Terkait