Berita Metro

Senin, 09 April 2018  21:19

Libur Lebaran Bertambah, THR PNS Makin Besar

Libur Lebaran Bertambah, THR PNS Makin Besar
Asman Abnur

JAKARTA (BM) – Kabar Gembira!  Pegawai negeri sipil (PNS) akan kembali mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) di 2018 ini, yang jumlahnya lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Selain PNS aktif, tahun ini THR juga akan diberikan kepada para pensiunan.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur mengatakan selain itu, besaran THR untuk PNS aktif di tahun ini juga bakal lebih tinggi dibanding sebelumnya. Sebab, komponen tunjangan kinerja (tukin) juga bakal dimasukan dalam THR untuk PNS aktif tahun ini.

"Kita berikan THR ditambah lagi, dulu kan hanya gaji pokok, sekarang termasuk tukinnya, jadi tukin ditambah gaji pokok," kata Asman di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (9/4/2018).

Asman menjelaskan bahwa pencairan THR tersebut dilakukan sebelum lebaran atau hari raya Idul Fitri 2018 yang jatuh pada 15-16 Juni 2018. Waktu pencairan THR ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Waktunya sama seperti tahun lalu, jadi tidak ada perubahan.

Biasa kalau tahun lalu THR kan sebelum lebaran, kalau gaji ke-13 itu biasanya bulan Juni. Tepatnya saya nggak hafal," katanya.

"Yang jelas ini tidak ada perubahan dalam hal waktu, cuma dalam hal jumlah ada perubahan, yang dulu cuma berdasarkan jumlah gaji pokok tapi sekarang gaji pokok ditambah tukin," sambungnya.

Lebih lanjut Asman mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terkait dengan pencairan THR dan gaji ke-13 ini.

"Ini sudah kita koordinasikan ke Menteri Keuangan," tuturnya.

 

Libur

Masih terkait dengan momen lebaran Idul Fitri, pemerintah kini tengah mengkaji rencana tambahan cuti bersama Lebaran 2018 selama dua hari. Menurut Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, rencana libur tambahan bersama ini tak hanya berlaku untuk pegawai negeri sipil (PNS), namun juga bagi karyawan swasta.

"Iya, itu kan ada tiga, PAN-RB, Menag, Menaker. PANRB berarti untuk aparatur negara, Kemenaker untuk yang swasta," kata Hanif di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (9/4).

Ia pun menegaskan, keputusan tambahan libur nasional untuk Lebaran 2018 ini masih dibahas bersama. "Iya semua, nasional, itu lagi dirapatkan," tambahnya.

Nantinya, keputusan tambahan libur bersama ini akan disampaikan dalam Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri. Yakni Menteri PAN-RB, Menteri Agama, dan juga Menteri Ketenagakerjaan. Adanya libur tambahan Lebaran 2018 ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh kepolisian dan Kementerian Perhubungan untuk melakukan rekayasa lalu lintas. Sehingga masalah kemacetan pun dapat dihindari.

"Ini kan ada surat yang terkait dengan rekayasa lalu lintas jalan, lebih baik lah. Kalau misalnya cuti bersamanya dua hari sebelum lebaran, maka ada dua hari untuk rekayasa," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan rencana pemerintah untuk mengkaji tambahan cuti bersama Idul Fitri selama dua hari, yakni pada 11-12 Juni. Hari Raya Idul Fitri jatuh pada 15-16 Juni.

Sementara itu, cuti bersama Lebaran jatuh pada 13-14 Juni. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat memiliki empat hari cuti bersama Lebaran 2018.

"Cuti lebaran 13-14, diusulkan Kapolri liburnya ditambah 11-12, tetapi sedang akan dibahas di tingkat menko nanti," ujar Budi di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (5/4).

Pemerintah menilai perlunya tambahan cuti bersama untuk menghindari kemacetan serta mencegah karyawan membolos bekerja pada hari kejepit. "Karena dengan adanya dua hari kejepit ini dikhawatirkan akan bolos dan manajemen lalu lintasnya hanya dua libur itu agak sulit," katanya menambahkan. (rep/tit)




Berita Terkait