Berita Metro

Sabtu, 08 April 2018  17:57

Jokowi Tinjau Padat Karya Tunai dengan Chopperland

Jokowi Tinjau Padat Karya Tunai dengan Chopperland
Jokowi mengendarai motor Choppernya saat meninjau pelaksanaan program padat karya tunai di Kota Sukabumi.

JAKARTA (BM) - Presiden Joko Widodo meninjau program padat karya tunai Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi di Desa Citarik, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (8/4/2018). Kehadiran Jokowi mengundang antusias warga setempat. Apalagi, Jokowi datang dengan mengendarai motor Royal Enfield Bullet 350 cc bergaya chopper miliknya. Jokowi juga ditemani puluhan bikers.

Untuk pertama kali, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengendarai motor Chopperland warna emas miliknya di luar kawasan Istana Bogor. Jokowi pun sempat menunjukkan kelengkapan motor tersebut.

"Supaya diketahui, kalau kita ingin naik sepeda motor, spionnya harus ada. Ini nih spionnya," kata Jokowi.

Jokowi lalu menunjukkan spion, lampu, hingga pelat nomor motornya. Tak hanya itu, dia memastikan surat-surat motornya itu juga lengkap.

"Semuanya ada, harus komplet. SIM juga ada, BPKB juga ada," tambahnya.

Sebelum naik motor chopper, Jokowi juga memakai kaus tangan dan helm. Seorang ajudan tampak membantu Jokowi memastikan helm sudah terpasang dengan baik.

Jokowi tidak sendiri 'touring' ke Palabuhanratu. Dia ditemani sejumlah komunitas motor. Ada pula Menhub Budi Karya Sumadi dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang ikut naik motor.

"Ini kan hari Minggu, setelah tadi kan urusan gizi untuk anak, saya pengin mengajak kawan-kawan saya dari klub-klub motor untuk juga bersama-sama melihat padat karya tunai yang ada di desa-desa," kata Jokowi menjelaskan alasannya memilih naik motor.

Dalam peninjauannya, Jokowi didampingi oleh Menteri Desa Eko Sandjojo. Di lokasi itu, Jokowi juga sempat berdialog dengan para pekerja dan berfoto bersama. Setelah itu, Jokowi langsung meninjau proyek pembangunan tembok penahan tanah dan pondok wisata Situ Kubang. Jokowi berharap proyek tersebut dikerjakan dengan baik agar bisa dimanfaatkan oleh warga.

Usai meninjau sosialisasi cegah stunting di Puskesmas Bantar Gadung, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuju ke Kecamatan Bantar Gadung, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (8/4) pagi.

Di Puskesmas tersebut telah menanti komunitas motor yang akan menemani Presiden Jokowi meninjau 2 (dua) lokasi Padat Karya Tunai yang berlokasi di Desa Pasir Suren dan Desa Citarik, Kecamatan Pelabuhan Ratu, Sukabumi.

 

Pembangunan Embung

Lokasi Padat Karya Tunai kedua yang dikunjungi Presiden Jokowi dalam kunjungan kerjanya ke Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (8/4) adalah proyek pembangunan embung di Desa Citarik, Kecamatan Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi.

Sebagai informasi, pembangunan embung dan tembok penahan tanah sepanjang 92 meter tersebut menggunakan anggaran dana desa tahun 2018 tahap I sebesar Rp51.237.750.

Sesuai dengan musyawarah warga, pembangunan dikerjakan secara padat karya tunai (PKT) dengan total upah tenaga kerja sebesar Rp18.265.000. Target pengerjaan pun dilakukan selama 25 hari kerja.

Sementara itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, mengapresiasi kreativitas warga di Desa Citarik yang mengubah tempat pembuangan sampah menjadi ekowisata.

“Desa Citarik ini sebelumnya daerah kumuh, banyak sampah, jorok dan bau. Dibantu dari dana desa untuk biaya operasional, kemudian dibikin embung untuk resapan air,” ujarnya usai mendampingi Presiden meninjau program padat karya tunai di Desa Citarik, Minggu (8/4).

“Saat ini lagi dalam proses (pembangunan tembok penahan tanah). Ada 110 pekerja yang dibayar Rp80.000 per hari untuk pembantu tukang dan Rp100.000 untuk tukang. Mereka dari warga sekitar. Jadi ini bagian dari padat karya tunai,” tambahnya.

Selain itu, dana desa juga dimanfaatkan untuk pembangunan pondok wisata sebanyak 6 unit dengan anggaran Rp89.060.000. Pembangunan tersebut juga dilakukan dengan skema PKT. Besaran alokasi upah tenaga kerja yakni Rp28.299.000 dengan waktu pengerjaan selama 25 hari kerja.

“Mudah-mudahan dengan ini bisa mengubah daerah kumuh dan bau menjadi destinasi wisata. Sampah dikelola memberikan nilai ekonomi untuk masyarakat,” ujar Menteri Eko. (det/kom/set/tit)




Berita Terkait