Berita Metro

Kamis, 01 April 2018  21:18

Dituduh Radikal, UAS Curhat ke Aa Gym

Dituduh Radikal, UAS Curhat ke Aa Gym
TGB, Aa Gym, dan Ustaz Abdul Somad berkuda bersama di Eco Pesantren Daarut Tauhiid, Bandung, Jawa Barat, Minggu (1/4)

Bandung (BM) - Ustaz Abdul Somad mengaku ada pihak yang menuduhnya ustaz radikal. Hal itu dia sampaikan saat memberi kajian keagamaan, di Masjid Rahmatan Lil'Alamin, Eco Pesantren Daarut Tauhid, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (1/4/2018).

Selain Ustaz Somad, hadir juga Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Muhamad Zainul Majdi dalam kajian tersebut. Kehadiran keduanya mendapat sambutan hangat dari ribuan jemaah pesantren Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).

Dalam kajian keagamaan tersebut, Aa Gym sebagai tuan rumah berperan sebagai moderator. Berbagai pertanyaan dilontarkan Aa Gym kepada TGB dan Ustaz Somad.

Kepada Ustaz Somad, Aa Gym mengaku bingung dengan kata-kata radikal. Banyak tuduhan radikal dari pihak tertentu kepada pihak lainnya. "Saya bingung dengan kata-kata radikal," kata Aa Gym.

Ustaz Somad menuturkan, dulu Buya Hamka juga dituduh sebagai sosok radikal. Dia dituduh sebagai komando jihad oleh pihak-pihak tertentu. "Buya Hamka marah. Karena tidak ada komando jihad itu," kata Ustaz Somad.

Pada kesempatan itu, dia juga menyebut, bila ada yang menuduhnya sebagai orang radikal. Tuduhan itu ramai dibicarakan di internet. "Saya dituduh radikal. Ramai di internet," kata Ustaz Somad.

Aa Gym kemudian menimpali pernyataan Ustaz Somad tersebut. Dia menyarankan agar Ustaz Somad tidak perlu membuka internet. "Jangan dibaca saja," saran Aa Gym.

Ustaz Somad sepakat dengan saran Aa Gym."Tidak baca, tapi ada jemaah yang whatsapp ke saya," ucap Ustaz Somad, diikuti gelak tawa para jemaah.

Ustaz Somad melanjutkan, warga masyarakat harus bisa berimbang dalam menilai sesuatu. Dia juga mengingatkan bahwa ulama juga ikut berperan dalam berdirinya Indonesia.

"Saya kira, harus balance dalam menilai. Karena satu terlalu takut dengan Islam. Akhirnya Islam phobia. Sedangkan satu lagi terlalu takut dengan nasionalisme," ujarnya.

"Kita harus faham, negeri ini didirikan juga oleh ulama. Nilai-nilai Islam itu ada dalam Pancasila. Orang berteriak Allahu Akbar bukan berarti tidak nasionalis," tandasnya.

 

Kompak

Aa Gym mengundang dua alumnus Universitas Al Azhar Mesir, UAS dan TGB ke pondoknya dan merasakan sensasi berkuda serta memanah.

Aa Gym, TGB, dan UAS satu per satu tampak menaiki kuda. Berbeda dengan Aa Gym, tingkah UAS dan TGB yang tampak tegang mengundang gelak tawa masyarakat yang sudah memadati areal berkuda sejak pagi. Terlebih menyaksikan kuda yang ditumpangi TGB terlihat sedikit lebih aktif dari dua kuda lainnya.

Saat ketiga kuda dijejerkan, dan Aa Gym sedikit sedang berbicara, TGB dan kudanya justru mondar-mandir tak bisa diam. "Ngerem sama ngegasnya saya belum tahu," ujar TGB sambil terlihat agak cemas namun tetap tersenyum. "Tenang Tuan Guru, kita saling menguatkan," sambut Ustaz Somad.

Aa Gym terlihat senyum-senyum melihat keduanya tampak tegang. Aa Gym mengajarkan cara berkuda kepada keduanya, baik saat hendak menaiki hingga ketika sudah berjalan. "Yang penting rileks, kita berharap kehadiran beliau-beliau (TGB dan UAS, Red) memberikan berkah dan hikmah. Mereka ini muda-muda, tapi ilmunya sudah aki-aki," kata Aa Gym.

Usai berbincang-bincang santai di atas kuda, Aa Gym mengajak UAS dan TGB bergerak menuju Masjid Rahmatan Lil 'Alamin Eco Pesantren Daarut Tauhiid dengan berkuda. Mereka kemudian melanjutkan perbincangan dan berjumpa dengan para jamaah yang sudah menunggu.  "Ayo Ustaz, come on TGB," ajak Aa Gym. (det/rep/tit)




Berita Terkait