Berita Metro

Senin, 14 Mei 2018  21:17

Buru Terduga Teroris: 9 Ditangkap, 4 Tewas

Buru Terduga Teroris: 9 Ditangkap, 4 Tewas
Polisi menangkap seorang terduga teroris di kawasan Jembatan Merah Plaza Surabaya, Senin (14/5)

Surabaya (BM) – Pasca serangkaian teror bom yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo, polisi melakukan pengejaran terhadap 13 terduga teroris. Dari 13 yang ditangkap, 4 di antaranya tewas saat penangkapan.

"Total ada 13, 9 hidup dan 4 meninggal," ujar Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera, di Mapolda Jatim, Senin (14/5/2018).

Frans mengatakan 4 orang itu tewas saat polisi melakukan pengejaran di Sidoarjo. Sedangkan 9 orang yang ditangkap hidup-hidup itu berasal dari penangkapan Surabaya dan Sidoarjo.

"Empat yang meninggal ini di Sidoarjo," ucapnya.

Namun Frans belum bisa menginformasikan ke-13 orang yang ditangkap dalam pengejaran ini. Dia akan memberikan informasi lanjutan dalam waktu 1 jam lagi.

"Untuk nama dan sebagainya kami tutup, baik identifikasi di lapangan kami belum bisa sampaikan, update akan disampaikan 1 jam lagi," kata Frans.

 

Tangkap 2 Orang

Polisi menangkap dua orang mencurigakan di Jalan Kembang Jepun dan Jalan Rajawali, Surabaya. Kedua pemuda itu diamankan ke Polrestabes Surabaya.

Insiden penangkapan ini terjadi sekitar pukul 10.16 WIB. Saat itu, arus lalu lintas di Jalan Rajawali ke arah Jalan Kembang Jepun sedang padat. Para awak media juga sibuk meliput di persimpangan depan Jembatan Merah Plaza.

Salah satu warga, Irwanda, mengatakan bahwa penangkapan pertama di persimpangan antara Jalan Rajawali dan Jalan Jembatan Merah dekat kantor Bank Mandiri.

Menurut dia, pemuda yang ditangkap polisi memakai kacamata dan jaket warna biru dongker. Pemuda ini membawa tas ransel warna hitam.

"Pemuda itu ditangkap kemudian dibawa ke arah Mapolrestabes Surabaya, tasnya ditinggal di trotoar," kata dia, Senin (14/5/2018).

Sementara tas ransel milik pemuda tersebut, lanjut Irwanda, diamankan oleh petugas berseragam Brimob. "Pemuda ini sebelumnya mondar-mandir di lokasi," ujarnya.

Hal itu juga dibenarkan salah seorang anggota Satpol PP Kota Surabaya. "Pemuda yang ditangkap itu kelihatan usianya seperti anak SMP," ujarnya.

Sekitar 10 menit dari penangkapan di lokasi pertama, polisi kembali mengamankan seorang pemuda di sisi selatan Jembatan Merah, tepatnya di Jalan Kembang Jepun. Pria berkaus abu-abu ini membawa sebuah tas selempang yang ditutupi jaket.

Pemuda tersebut berkulit sawo matang. Dia langsung diamankan polisi beserta tas yang dia bawa.

Hingga pukul 13.00 WIB, akses jalan menuju ke Mapolrestabes Surabaya masih ditutup. Garis polisi dipasang di persimpangan depan Jembatan Merah Plaza.

Di Jawa Timur, tim kepolisian menggagalkan rencana pengeboman di sejumlah tempat dengan menangkap 9 pelaku.

"Jadi tadinya kami menyampaikan ada 7 yang dilakukan penindakan dengan rincian Sidoarjo dan Surabaya. Satu jam lalu ada penangkapan di Ahmad Yani dekat Graha Pena. Itu sehingga total yang kita bisa sampaikan ada 8 (terbaru ada 9, red) yang pelaku yang belum melakukan aksinya (yang ditangkap)," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera dalam jumpa pers di Mapolda Jawa Timur, Jawa Timur, Senin (14/5/2018).

Frans mengatakan para pelaku tersebut telah merencanakan serangan bom bunuh diri di tempat lain. Hanya, ia tidak merinci di mana saja lokasi tersebut.

"Sengaja kami tutupi ini di mana rencana itu, karena ada satu informasi yang harus kami tutupi kepada publik karena dilindungi undang-undang," imbuhnya.

Frans menambahkan penangkapan dilakukan secara simultan. Selain melakukan penangkapan, polisi terus mengidentifikasi para korban dan pelaku yang meninggal dunia akibat rentetan serangan bom bunuh diri itu.

"Penindakan berjalan, identifikasi dan laboratorium forensik berjalan," ungkapnya.

 

Pengeboman Polrestabes

Pada Senin (14/5), Polrestabes Surabaya menjadi sasaran pengeboman. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan polisi sudah mengidentifikasi serangan bom di depan gerbang Polrestabes Surabaya itu. Kelima orang yang terlibat dalam ledakan tersebut merupakan satu keluarga.

"Pada 09.04 WIB, di depan Polresta juga terjadi ledakan bom bunuh diri yang pakai sepeda motor dan menggunakan bahan peledak. Ada 5 orang yang merupakan satu keluarga," kata Tito dalam konferensi pers di Surabaya, Senin (14/5/2018).

Dalam peristiwa itu, salah satunya adalah seorang anak kecil yang selamat. Anak tersebut saat ini tengah dirawat.

"4 orang meninggal, tapi anak tadi terlempar, masih selamat," ucap dia.

Tito mengatakan ledakan tersebut terjadi ketika dua sepeda motor hendak masuk ke dalam Polrestabes Surabaya. Petugas yang berjaga mencegah dua sepeda motor tersebut untuk masuk. Ketika itu ledakan terjadi.

"Ini teridentifikasi oleh kita karena dalam proses pengejaan. Dari pelaku ini meninggal. Dia berusaha masuk ke polresta namun penjagaan diperketat dan ada barrier, mereka meriksa, kemudian terjadi ledakan," ujarnya.

Dalam peristiwa ini, ada sebanyak 10 orang yang jadi korban. Selain pelaku, ada petugas kepolisian yang ikut terluka.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera, menjelaskan dirinya mendapat pertanyaan soal jumlah kantong mayat. Dia menegaskan hanya ada 4 orang dalam 5 kantong jenazah tersebut.

"Lima kantong mayat itu berisi empat jenazah. Kenapa? Karena terhambur, pecah, dan kemudian serpihan-serpihan itu dikumpulkan sehingga menjadi lima kantong," kata Frans dalam jumpa pers di Mapolresta Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/5/2018).

"Hanya 4 korban yang ada di 5 kantong itu," tegasnya.

Frans menyatakan keempat korban tewas itu merupakan satu keluarga. Satu anak pelaku selamat dan kini dalam perawatan di rumah sakit. Seorang polisi sempat menyelamatkan anak perempuan ini sesaat setelah ledakan.

Serangan bom di depan gerbang pos pemeriksaan Mapolrestabes Surabaya ini terjadi sekitar pukul 08.50 WIB. Para pelaku datang menggunakan dua sepeda motor dengan nopol L-6629-NN dan L-3559-G.

Ledakan itu mengakibatkan empat anggota Polri dan enam warga terluka. Semuanya saat ini mendapat perawatan di rumah sakit.

 

Korban di 3 Gereja

Sebelumnya polisi menyebut total 18 orang tewas dalam ledakan 3 bom di 3 gereja di Surabaya, Jawa Timur. Dari jumlah itu, 6 di antaranya merupakan terduga pengebom.

"Jadi total yang meninggal dunia di peristiwa terorisme itu mengalami peningkatan, 18 orang, termasuk yang di rumah sakit yang sudah kita bawa ke Bhayangkara," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung di kantornya, Senin (14/5/2018).

Berikut ini rinciannya yang disampaikan Barung:

Ledakan di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, total ada 7 orang yang meninggal dunia, terdiri dari 2 orang pelaku dan 5 dari masyarakat.

Ledakan di Gereja Kristen Indonesia, total ada 3 orang yang meninggal dunia. Seluruhnya merupakan pelaku.

Ledakan di Gereja Pantekosta, total ada 8 orang yang meninggal dunia, terdiri dari 1 orang pelaku dan 7 dari masyarakat.

Data ini sekaligus memperbarui data yang disampaikan Barung sebelumnya, yaitu total korban tewas 14 orang.

 

Diserahkan ke Keluarga

Polisi telah mengidentifikasi 12 jasad korban ledakan bom gereja di Surabaya. Terakhir, ada 5 jasad yang kembali diserahkan ke pihak keluarga.

"Ada 5 jenazah yang sudah kita identifikasi berdasarkan data primer dan sekunder yang dimiliki," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Marung di Unit DVI Polda Jatim di RS Bhayangkara, Surabaya, Senin (14/5/2018).

"Berarti sudah 12 yang sudah kita sampaikan kepada keluarga korban hasil identifikasi kita," ujar Frans.

Kelima jasad ini merupakan 2 perempuan korban ledakan bom di Gereja Santa Maria dan 3 laki-laki korban ledakan di Gereja Pantekosta.

Polda Jatim terus melakukan identifikasi korban dari peristiwa yang terjadi pada Minggu (13/5) pagi ini. Sebelumnya diberitakan ada sebanyak 18 orang yang tewas termasuk 6 terduga pengebom dari insiden ledakan 3 bom gereja di Surabaya. (det/tit)




Berita Terkait