Berita Metro

Senin, 08 Januari 2018  18:15

Ahok Gugat Cerai, Muncul Isu Orang Ketiga

Ahok Gugat Cerai, Muncul Isu Orang Ketiga
Ahok dan Veronica Tan

Jakarta (BM) - Gugat cerai Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada isterinya  Veronica Tan mengagetkan banyak pihak. Kabar itu sempat menimbulkan tanda tanya, keraguan dan spekulasi. Hingga munculnya rumor orang ketiga. Pengacara Ahok yang terikat kode etik profesi tak mau mengungkap benar-tidaknya isu itu.

"Saya nggak pernah bilang begitu dan dalam gugatan kami ada dan sudah jelas sekali alasannya. Saya nggak mau bicara rumor. Secara kode etik, saya nggak boleh sampaikan karena ini ranah privat sekali," ujar pengacara Ahok, Josefina Agatha Syukur, saat ditanya mengenai rumor orang ketiga itu.

Hal itu disampaikan Josefina di PN Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Senin (8/1/2018). Josefina menegaskan tidak akan menyampaikan alasan di balik gugatan cerai Ahok ke Vero tersebut.

"Nggak ada kita. Alasan kita semua ada di gugatan," kata Josefina.

Isu soal orang ketiga ini berembus di media sosial. Berawal dari broadcast di grup WhatsApp, lalu munculnya tulisan di salah satu situs internet.

Josefina menegaskan dia tidak bisa mengungkap alasan Ahok menggugat cerai Veronica. Termasuk soal apakah ada masalah komunikasi antara Ahok dan Vero.

"Sebagai lawyer, kami nggak bisa sampaikan apa-apa dulu karena tadi seperti disebutkan akan ada mediasi dulu. Jangan sampai nanti sudah diungkapkan di sini terus nanti mediasi dan berbaikan, kami yang malu sendiri," ucapnya.

"Nggak bagus buka aib orang, kurang-lebih seperti itu," tambah Josefina.

Seperti diketahui, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dikabarkan menggugat cerai istrinya, Veronica Tan. Josefina Agatha Syukur, pengacara Ahok yang mewakili Ahok dalam gugatan ini, mengatakan bahwa kliennya itu baik-baik saja.

"Pak Ahok sehat, semangat sekali memang, kan. Dia tegar menghadapi semuanya," ujar Josefina ditemui di kantornya di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Senin (8/1/2018).

Josefina dipanggil ke Mako Brimob pada 4 Januari 2018 bersama adik Ahok, Fifi Lety Indra. Saat itu, Ahok menyerahkan surat kuasa agar Josefina dan Fifi mengurus perceraiannya.

Sebelum menerima surat kuasa, Josefina dan Fifi membujuk Ahok agar mengurungkan niatnya. Namun, Ahok tetap meminta cerai dan berpasrah diri.

"Ya kalau pun stres, mau ngapain, dia di Mako," ujar Josefina.

Josefina bercerita, justru ia yang diingatkan Ahok agar kuat mengurus perceraian ini.

"Pak Ahok malah bilang, 'Ini pasti heboh nanti Fin, kamu siap-siap saja.' Makanya pusing juga ini semua orang menghubungi saya enggak sempat saya lihat," ujarnya.

Selain menggugat cerai, kata Josefina, Ahok juga meminta hak asuh penuh atas ketiga anak mereka. "(Hak asuh) itu kan permintaan wajar semua orang, ya," kata Josefina.

Gugatan cerai ini didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 5 Januari.

 

Mediasi

Jika gugatan cerai Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terhadap Veronica Tan disidangkan, hakim nantinya akan lebih dulu memberi kesempatan proses mediasi. Pasangan ini diharapkan bisa berdamai.

Pejabat Humas PN Jakarta Utara Joojte Sampaleng menjelaskan, pada proses mediasi, Ahok-Vero akan didampingi seorang mediator yang ditetapkan ketua pengadilan. Mediator ini bisa dari luar atau internal pengadilan tapi harus mengantongi sertifikat.

Joojte berharap Ahok-Vero bisa berdamai agar rumah tangga mereka tetap utuh. Berhasil atau tidaknya mediasi nantinya juga tergantung peran mediator.

"Tergantung mediatornya. Kalau bisa damai dia akan usahakan karena damai itu indah. Jadi tergantung mediatornya nanti, kita lihat kemauan mereka apa. Mungkin kedua belah pihak sudah punya mediator sendiri," ujar Joojte kepada wartawan di PN Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Senin (8/1/2018).

Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) sebelumnya juga ikut berkomentar soal Ahok, yang menggugat cerai istrinya. Menurut Sekretaris Umum PGI Pendeta Gomar Gultom, dalam iman Kristen tidak diperkenankan adanya perceraian.

"Hukum yang terutama dalam kekristenan adalah kasih. Dengan mengedepankan kasih, segala pertikaian dan ketidakharmonisan dalam hubungan suami isteri dapat diselesaikan. Dengan kasih, hati yang terasing dan terpecah dapat digenggam sehingga utuh kembali," ujarnya saat dihubungi detikcom.

Menurut Gomar, perceraian dalam Kristen hanya dimungkinkan oleh cerai mati dan zina. Namun, menurutnya, aturan di sejumlah gereja makin longgar dan makin realistis menghadapi kenyataan saat ini. Meski demikian, tetap saja tidak ada pedoman yang dapat digunakan untuk perceraian.

"Gereja-gereja Lutheran, seperti HKBP, GKPI, dan lain-lain, hingga kini mempertahankan tidak boleh cerai kecuali oleh perzinaan. Perceraian ini dimungkinkan karena yang berzina tersebut telah kena hukum siasat gereja dan olehnya boleh diceraikan," jelas Gomar.

Ahok dan Veronica Tan menikah pada 6 September 1997. Keduanya dikaruniai tiga anak, yaitu Nicholas Sean Purnama, Nathania Purnama, dan Daud Albeener Purnama.

 

Wajib Hadir

Saat mediasi, Ahok dan Vero wajib hadir. "Ya harus datang. Saat mediasi wajib hadir," kata pejabat Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) Joojte Sampaleng di kantornya, Jl Gajah Mada, Jakpus, Senin (8/1/2018).

Kewajiban pihak penggugat dan tergugat hadir dalam sidang mediasi diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung (MA) Nomor 1 Tahun 2016. Kewajiban hadir diatur dalam Pasal 6 yang berbunyi para pihak wajib menghadiri secara langsung pertemuan mediasi dengan atau tanpa didampingi oleh kuasa hukum.

Sedangkan berdasarkan Perma Nomor 1 Tahun 2008, mediasi dapat dilaksanakan selama 40 hari kerja. Waktu ini dapat diperpanjang lagi selama 14 hari.

Nantinya Ahok-Vero akan didampingi seorang mediator yang ditetapkan oleh ketua pengadilan. Mediator ini bisa dari luar atau internal pengadilan namun harus mengantongi sertifikat.

"Jadi tergantung mediatornya nanti kita lihat kemauan mereka apa? Mungkin kedua belah pihak sudah punya mediator sendiri," sambung Jootje.

 

Polri Siap Hadirkan
Polri siap menghadirkan Ahok, yang kini dipenjara di Mako Brimob, bila ada surat perintah pengadilan terkait mediasi.  "Harus ada perintah dari pengadilan untuk menghadirkan tahanan atau narapidana. Perintah itu melalui surat dari pengadilan kepada pihak lapas/rutan," ujar Kabag Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul, Senin (8/1/2018).

Setelah surat perintah membawa terpidana dikeluarkan pengadilan, pihak Polri akan membantu menghadirkan Ahok. Pengawalan juga diberikan Polri saat Ahok akan dibawa ke pengadilan.

"Kalau tahanan itu ada di rutan milik Polri, ya nantinya akan ada pengawalan dari Polri saat tahanan dibawa ke pengadilan. Intinya menunggu surat perintah dari pengadilan saja," tegas Martinus.

Soal mediasi Ahok-Vero, pejabat Humas PN Jakpus Joojte Sampaleng mengatakan kedua pihak wajib hadir. Mediasi berdasarkan Perma Nomor 1 Tahun 2008 dapat dilaksanakan selama 40 hari kerja dan dapat diperpanjang hingga 14 hari.

Dalam mediasi, Ahok-Vero akan didampingi seorang mediator yang ditetapkan ketua pengadilan. Mediator ini bisa dari luar atau internal pengadilan tapi harus mengantongi sertifikat.

 

Bahas Cerai

Niat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menceraikan Veronica Tan tidak datang tiba-tiba. Pengacara Ahok, Josefina Agatha Syukur, menyebut pembicaraan tentang itu sudah terjadi sejak akhir tahun lalu.

"Pastilah (sebelumnya ada pembicaraan cerai). Kan tidak mungkin tiba-tiba muncul kuasa," kata Josefina di PN Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Senin (8/1/2018).

Josefina mengaku tidak ingat kapan persisnya pembicaraan itu dimulai. Yang pasti, Ahok dan Vero sudah membahasnya sejak akhir 2017.

"Saya lupa kapan, tapi akhir 2017-lah," ujarnya.

Ahok sendiri memberikan kuasa kepada Josefina untuk menggugat cerai Veronica pada Kamis (4/1) pekan lalu. Surat gugatan cerai kemudian diserahkan kepada PN Jakut pada Jumat (5/1).  (kom/det/tit)




Berita Terkait