Berita Metro

Senin, 16 April 2018  22:30

Warga Resah dengan Proyek Normalisasi Sungai Sadar

Warga Resah dengan Proyek Normalisasi Sungai Sadar
Proyek normalisai kali sadar yang melakukan pembuangan hasil pengerukan di tanah asset pemkot

Mojokerto(BM)- Proyek normalisasi Kali Sadar di Kota Mojokerto yang mulai dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas sejak dua pekan kemarin diduga memicu keresahan warga. Sejumlah warga di kawasan Lingkungan Tropodo,  Kelurahan Meri,  Kecamatan Magersari mengeluhkan dampak pengerukan.  

Kekuatiran warga terhadap kemungkinan banjir akibat dijadikannya aset tanah pemkot setempat di Kedungsari sebagai tempat pembuangan lumpur atau spoil bank langsung direspon kalangan DPRD.  Para wakil rakyat tengah menengahi keluhan warga terhadap upaya antisipasi banjir yakni dengan pembuatan saluran buang pasca pengurukan tanah produktif tersebut.  Juga,  pembersihan jalan raya dari lumpur yang jatuh selama proses buang. 
"Jadi kita memediasi dan mencarikan solusi terkait kekuatiran banjir akibat pengurukan aset pemkot di Kedungsari. Kami kira sudah ada titik temu antara warga dengan pemkot selaku fasilitator, " ujar Ketua DPRD Kota Mojokerto,  Febriana Meldyawati, kemarin.
Politisi partai PDIP ini mengemukakan pihaknya berusaha menjembatani aspirasi warga dengan pelaksana proyek. "Kami mendatangkan pihak BBWS,  warga dan pemkot.  Sehingga tidak ada miss komunikasi,"ujarnya.
Selain aset Kedungsari, dua tempat lainnya telah ditetapkan sebagai spoil bank. Ketiganya adalah aset tanah di Kedungsari,  aset di jalan raya By Pass dan di lingkungan Cinde, Prajuritkulon.
Keluhan warga ini mendapat respon positif dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) normalisasi Kali Sadar,  Ali Tri Hariyanto. Dalam kesempatan itu,  BBWS  berjanji akan memperhatikan dan mengambil sikap untuk menekan persoalan yang timbul.  "Kami merespon dan memperhatikan keluhan warga.  Dan kami akan mengambil sejumlah langkah,"  katanya.
Bappeko berupaya meminta pelaksana proyek membuatkan saluran air di kisaran rel KA. "BBWS menyanggupi akan membuatkan saluran air sehingga tidak terjadi genangan.  Namun,  rencana ini tidak direalisasi langsung  karena spoil banknya pun baru diurug dan butuh alat berat.  Lantas pelaksana juga akan membersihkan saluran gorong-goring dibawah By Pass sehinga tidak terjadi penyumbatan, " urainya.
Tidak hanya itu,  BBWS juga akan melakukan pembersihan jalan menuju pembuangan agar tidak licin dan berdebu. Pengurukan tersebut akan menguntungkan pemkot.  Sebab ketiga spoil bank tersebut adalah rawa-rawa sehingga pemkot tidak mengeluarkan uang ketika menguruknya.  Pada normalisasi kali Sadar di Kota Mojokerto pemkot menyediakan lahan seluas 5.8 hektar untuk menampung sedimen tinggi 1.5 meter.(nan/dra)




Berita Terkait