Berita Metro

Senin, 25 September 2017  08:11

Ruwat Agung Nuswantoro 1951 Saka Tahun 2017

Ruwat Agung Nuswantoro 1951 Saka Tahun 2017
Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa

Mojokerto(BM)-Kearifan lokal budaya Majapahit menyemarakkan gelar tahunan Kirab Agung Nuswantoro dengan tema Digdaya Pusaka Bumi Nusantara. Kirab yang merupakan puncak dari seluruh rangkaian Ruwat Agung Nuswantoro 1951 Saka Tahun 2017, yang dihelat di di Pendopo Agung Trowulan, Minggu (24/9).

Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa, yang hadir didampingi Ikfina Kamal Pasa, menerima pusaka Pataka Majapahit (lambang Majapahit) dari Raja Klungkung, Bali. Disusul tiga pusaka lainnya yakni Umbul-umbul Gulo Klopo (Sang Saka Merah Putih) kepada Djoko Widjayanto Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mojokerto, dilanjutkan Songsong Gringsing Udan Riwis (payung bersusun tiga) kepada Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata dan Tombak Samudra kepada Kepala Kejaksaan Negeri Mojokerto, Lubis.

Even tahunan Ruwat Agung Nuswantoro selalu menyedot antusias masyarakat. Ini bisa dilihat dari partisipasi para penggiat seni dan banyak ragam pertunjukan kolosal yang ditampilkan. Seperti tari kolosal hasil kolaborasi pelajar SMAN 1 Sooko, SMAN 1 Puri dan SMAN 1 Gedeg. Ada juga tari kolosal karya para budayawan bertajuk Palagan Pusaka Majapahit.

Terlihat rombongan bupati dan jajarannya, yang diarak dari Museum Trowulan menuju Pendopo Agung Trowulan menggunakan transportasi kereta bendi. Majapahit memang menjadi sebuah aset tidak ternilai bagi Kabupaten Mojokerto baik budaya, histori, kearifan lokal maupun kultur masyarakatnya. Dalam sambutannya, bupati mengatakan jika even Ruwat Agung Nuswantoro adalah momen pengenalan dan pengakraban budaya asli leluhur pada masa lalu agar tetap dikenal hingga nanti.

 “Ruwat Agung Nuswantoro adalah aset penting Kabupaten Mojokerto, khususnya di sektor wisata budaya. Keseluruhan rangkaian acara yang apik, kolosal dan kental dengan kearifan lokal bercitarasa Majapahit ini sangat khas. Budaya-budaya asli leluhur dimasa lalu ditampilkan lagi, ini penting untuk menguatkan akar budaya kita supaya lestari,” harap bupati.

Djoko Widjayanto dalam laporan menerangkan seluruh rangkaian agenda akbar Ruwat Agung Nuswantoro 1951 Saka Tahun 2017. “Rangkaian acara Ruwat Agung Nuswantoro 1951 Saka/2017 Masehi, dimulai dari Festival dan Gelar Macapat serta Unduh-unduh Patirtaan pada Kamis (21/9), dilanjutkan Ruwatan Sukerto, Mangesti Suro dan Pagelaran Wayang Kulit dengan lakon Tumuruning Wahyu Pusoko Payung Tunggal Nogo Nuswantoro pada Jumat malam (22/9) dan puncaknya pada hari ini yakni Kirab Agung Nuswantoro dengan rute Pendopo Agung Trowulan – halaman Makam Troloyo,”ujar Djoko.(hms/adv)



Berita Terkait