Berita Metro

Selasa, 17 April 2018  22:45

Proyek Berjalan, Plengsengan Sungai Sadar Ambles

Proyek Berjalan, Plengsengan Sungai Sadar Ambles
Kondisi plengsengan paska pengerukan sungai Sadar; banyak yang kritis.

Mojokerto(BM)-Proyek pengerukan kali Sadat di Kota Mojokerto saat ini masih banyak dikeluhkan masyarakat. Selain terkait tempat penampungan hasil kerukan, juga kekawatiran waarga terhadap plengsengan banyak yang rawan lonsor. Sejumlah titik plengsengan Sungai Sadar yang melintasi Kota Mojokerto saat ini kondisinya kritis.  Padahal, bedeng beton menjadi satu-satunya penahan banjir di kawasan Lingkungan Tropodo dan Kuti Kelurahan.  

Rusaknya beton penahan tanggul terlihat sejak berjalannya proyek normalisasi sungai yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)  Brantas sejak dua pekan lalu.  Pengerukan sedimentasi setinggi kurang lebih 2 meter yang menutupi plengsengan membuat buruknya kondisi plengsengan jadi terbuka.
Pekerjaan pengerukan senilai Rp 350 miliar ini telah membuat ambrol plengsengan di daerah tersebut.  Ambrolnya plengsengan itu mencapai sekitar 20 meter lebih.  "Bisa dilihat sendiri,  plengsengannya sudah tua Mas.  Jadi banyak yang rusak,"  ungkap Ibnu seorang pekerja pengerukan,  Selasa (17/4).
Dirinya mengaku serba salah dengan kondisi ini.  "Kalau dikeruk lebih dalam lagi,  maka plengsengannya bisa ambrol," katanya. Kerusakan ini membuat warga setempat cemas.  "Banyak yang rusak,  kami berharap plengsengan yang rusak segera dibenahi agar tidak banjir,"  harap Ulil Prasetya tokoh warga setempat.
Menurutnya,  terakhir plengsengan tersebut dibangun sekitar tahun 2004 silam.  Karena menjadi langganan banjir,  pemkot membuat tebeng air.  "Jamannya Pak Gani dulu dibangun sehingga Meri terutama daerah perumahan tidak pernah lagi banjir,"  ungkapnya.
Sementara, fasilitator proyek BBWS Harlistyati mengatakan pihaknya akan menjadi penengah terkait dampak proyek tersebut.  "Kita fasilitasi agar tidak ada yang dirugikan terkait pelaksanaan pengerukan sungai Sadar,"  katanya.
Dirinya berharap pihak BBWS akan memperbaiki plengsengan yang ambrol diduga akibat pengerukan.  "Pihak BBWS tetap kita minta untuk membenahi kerusakan tanggul tersebut," ujarnya. (nan/dra)




Berita Terkait