Berita Metro

Minggu, 15 April 2018  21:32

Pemkot Mojokerto Mutasi Pejabat Eselon II

Pemkot Mojokerto Mutasi Pejabat Eselon II
Sejumlah pejabat yang dimutasi mendapat ucapan selamat

Mojokerto(BM)-Meski masih dalam suasana kampanye Pilwali, namun Wali Kota Mojokerto Sabtu (14/4) melakukan mutasi jabatan bahkan menyentuh pejabat eselon II. Beberapa posisi strategis diganti pejabat baru. Seperti jabatan Kepala Dinas PUPR diisi oleh Mashudi yang sebelumnya menjabat Kasatpol PP, Kepala Dinas Pendidikan dijabat Amin Wachid yang sebelumnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Sementara Kepala DLH diisi Ikromul Yasak yang sebelumnya Kepala Dispendukcapil.

Beberapa pejabat eselon II yang baru menempati posisi jabatan teknis, seperti Heriyana Dodik yang menjabat sebagai Kepala Satpol PP dan M Imron sebagai Kepala Dispendukcapil. Sedangkan Novi Raharjo balik kucing ke Disporabudpar dan Subambiyanto kembali ke Asisten. Ada kepala OPD yang baru yakni Ani Wijaya sebagai Kabag Umum.

Mas’ud Yunus, Walikota Mojokerto mengatakan, mutasi kali ini memang untuk mempercepat program layanan dan pembangunan di Kota Mojokerto, termasuk lelang proyek yang selama ini terhambat. “Saya minta mulai Senin sudah masuk ditempat yang baru dan langsung kerja tancap gas dengan gigi empat, targetnya penyerapan anggaran dan proyek-proyek tidak mengalami keterlambatan,” ungkap walikota.

Dalam mutasi jabatan di Kota Mojokerto yang digelar pada hari libur ini, total ada 83 pejabat eselon II, III dan IV yang dimutasi oleh Wali Kota Mojokerto. Menurutnya, semua proses sudah sesuai prosedur termasuk ijin Kementerian Dalam Negeri. Dalam sambutannya, Walikota menyampaikan delapan pesan penting kepada para pejabat yang dilantik, diantaranya Pejabat yang baru dilantik harus langsung bekerja. Mulai Senin semua harus sudah menempati tempat yang baru. Tidak perlu adaptasi, namun harus langsung kerja cepat. Jadikan kasus OTT KPK di Mojokerto tahun lalu menjadi pelajaran berharga dan bangun suasana baru.
Jangan ragu-ragu melaksanakan program, kerjakan sesuai aturan dan terus melangkah.
100 tahun Kota Mojokerto, semua ASN harus meningkatkan kedewasaan dalam bertugas.
Tahun Politik semua ASN harus netral dan profesional.Tahun Politik jangan sampai mengganggu pemerintahan, pembangunan dan pelayanan bagi masyarakat.(nan/dra)




Berita Terkait