Berita Metro

Rabu, 14 Maret 2018  20:14

Dinsos Bagikan BPNT Baru

Dinsos Bagikan BPNT Baru
Kepala Bappeko Harlistyati menyalami warga penerima BPNT dalam launching program bantuan ini.

Mojokerto(BM)-Jumlah Penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kota Mojokerto tahun 2018 meningkat. Dinas Sosial Kota Mojokerto mampu mencover keseluruhan warga miskin penerima bantuan sembako dan bahan bakar berupa elpiji. "Jumlah penerima BPNT tahun ini naik menjadi 2.000 KPM.  Naik dari tahun lalu 1.500 orang.  Semua orang miskin dapat tercover BPNT," ujar Kepala Dinas Sosial Kota Mojokerto,  Sri Mujiwati, Rabu. 

Dana BPNT yang cair tersebut merupakan bantuan bulan Januari-Pebruari.  "Hari ini kita launching pencairan bulan Januari-Pebruari.  Bulan depan baru yang Maret,"  tambahnya usai melaunching peluncuran program e-Warung Melati di Lingkungan Juritan,  Kecamatan Prajuritkulon, 
Dihadapan Kepala Cabang Bank Nasional Indonesia (BNI),  Sri Mudjiwati mengungkapkan program tersebut bukan tanpa kendala. "Ada 594 KK belum keluar kartu BPNT dari BNI. Mungkin karena harus menunggu proses," ujarnya. Launching program tersebut tidak dilakukan langsung Walikota Masud Yunus,  namun diwakili Kepala Bappeko Harlistyati.  Harlis menyatakan pihaknya akan mengupayakan tidak ada warga yang kelewatan program ini.  "Kami upayakan menerima keseluruhan.  Apabila ada yang belum,  maka dapat mengajukannya segera hanya dengan membawa KTP dan KK," katanya.
Pihaknya terus memverifikasi data penerima.  "Jika ada yang meninggal dunia maka akan diberikan kepada ahli warisnya.  Berbeda jika tidak ada ahli warisnya, maka bantuan akan distop,"pungkasnya.
Dinsos sudah mengusulkan penambahan penerima BPNT di Kota Mojokerto, dan yang paling banyak pada penerima bantuan yang berasal dari APBD Kota Mojokerto. Kenaikan terutama usulan kuota dari non APBN, ini dilakukan sebagai langkah perlindungan sosial.
Jumlah penerima BPNT di Kota Mojokerto tahun 2017 mencapai 4.685 keluarga penerima manfaat, penerima BPNT APBD sebanyak 1.500 yang kemudian diverifikasi menjadi 1.168 keluarga penerima manfaat.
Karena bantuan menggunakan non tunai, otomatis KPM harus membelanjakannya di E-warong, di tahun 2018 nanti jenis barang yang bisa dibeli KPM variannya juga akan ditambah, seperti beras, gula, telor, dan sekarang yang sedang digodok yaitu berupa elpiji bagi warga miskin.
Adanya bantuan pangan non tunai bagi warga miskin ini dinilai lebih efektif memberikan perlindungan sosial bagi warga miskin. (nan/dra)




Berita Terkait