Berita Metro

Jumat, 27 April 2018  21:20

Diduga Terlibat Kampanye, Kadis DPMPTSP Tersangka

Diduga Terlibat Kampanye, Kadis DPMPTSP Tersangka
Kadis Penanaman Modal Kota Mojokerto saat menjalani pemeriksaan di Panwaslu Kota Mojokerto

Mojokerto(BM)-Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mojokerto, Sumarjono ditetapkan tersangka terkait keterlibatannya sebagai ASN dalam kampanye Pilwali 2018. Dirinya diduga terlibat dalam kampanye paslon nomor urut 1 Akmal Boedianto-Rambo Garudo (Akrab). Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono membenarkan. 

"Ya, sudah ditetapkan sebagai tersangka, saat ini proses pemberkasan, kami harapkan selesai dalam minggu ini,"kata kapolres di kantornya, Kamis (26/4). Penetapan tersangka Sumarjono, berdasarkan alat bukti yang sudah dikumpulkan. Bahkan pihaknya telah memintai keterangan saksi ahli hukum pindana dan tata negara dari Universitas Brawijaya, Malang.
"Dasarnya (penetapan tersangka) adalah fakta di lapangan, dua alat bukti yang sah, maka kepolisian merekomendasikan ke Gakkumdu, Gakkumdu bersama-sama menentukan tersangka," ujarnya. Sumarjono diduga terlibat kampanye paslon 'Akrab' di balai RW 3 Perumnas Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Selasa (3/4) malam. Dugaan pelanggaran yang dilakukan ASN ini terlacak Panwascam Magersari. Saat itu diduga menyampaikan sambutan dan dukungan untuk paslon Pilwali 2018 nomor urut 1.
Akibat perbuatannya, Sumarjono dijerat dengan Pasal 188 UU RI No 10 tahun 2016 tentang Pilkada. Ancaman hukumannya maksimal 6 bulan penjara."Tak ada penahanan karena tak ada kerawanan untuk melakukan pidana kembali, menghilangkan barang bukti maupun melarikan diri," tandasnya. 

Sementara Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mojokerto Sumarjono ditetapkan tersangka keterlibatannya Aparatur Sipil Negara (ASN) pada kampanye Pilwali 2018 saat dikonfirmasi menampik sangkaan tersebut. "Saya kan penasehat RW, itu diluar jam dinas, saya tidak pernah membawa-bawa kaitan dinas dan fasilitas dinas," kata Sumarjono. Terkait status tersangka yang kini disandangnya, Sumarjono tak mau ambil pusing. Dia memilih akan membuktikan kasus ini di pengadilan."Kita ikuti saja proses hukum, semuanya nanti kita buktikan,"ujarnya.(nan/dra)




Berita Terkait