Berita Metro

Rabu, 03 Januari 2018  23:14

Terdakwa Nanik Bacakan Pledoi

Terdakwa Nanik Bacakan Pledoi
Terdakwa Nanik Indrawati saat membacakan pledoi di PN Kota Malang,

MALANG(BM)-Terdakwa Nanik Indrawati alias Suparmie (53) dalam kasus dugaan penggelapan dalam jabatan, membaca pledoi di hadapan hakim sidang Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang, Rabu (3/1). Sidang yang digelar hingga petang hari diwarnai beberapa poin pembelaan dan tetesan air mata dari Nanik.

Mantan karyawani bagian keuangan PT. Sapta Tunggal Surya Abadi (STSA) membacakan pledoi di hadapan hakim ketua Isnurul Syamsul Arif SH MHum dan JPU Suhartono SH. “Saya merasa kasus saya dipaksakan. Karena saya tak pernah merasa melakukan seperti yang didakwakan kepada saya,” kata Nanik Indrawati dalam persidangan.

Menurut wanita domisili PBI tersebut, kasus yang menjeratnya ini tak masuk akal, karena dirinya tak pernah menerima sepeser uang dari transaksi yang dilakukan saat pembebasan lahan. Karena itu, dia memiliki harapan besar untuk tidak dihukum penjara dalam kasus yang membuat PT STSA merugi.

“Saya merasa sudah melakukan semua pekerjaan sebagai kasir dengan sebaik-baiknya. Saya juga tak pernah mencicipi uang sepeserpun, kecuali dari keringat saya dan hak bulanan saya. Harapan saya adalah saya dibebaskan dari semua dakwaan,” tandas Nanik, saat menyatakan poin pledoinya. Dia juga menyebut Elang, pria yang sudah meninggal, sebagai ketua tim pembebasan lahan, adalah sosok yang lebih bersalah dalam kasus ini. Sebab, dia sering  membawa banyak uang. Menurut Nanik yang berbicara dengan istri almarhum Elang, uang ini adalah uang hasil komisi penjualan lahan.

Sementara General Manager PT STSA, Hani Irwanto menyadari apa yang disampaikan Nanik dalam pledoi adalah hal wajar. Dia juga mengaku memahami niatan Nanik untuk membela diri. Dia menyerahkan penghakiman kasus ini kepada hakim PN Malang yang mendengar semua fakta persidangan mulai awal sampai pembacaan pledoi.“Apa yang dilakukan terdakwa adalah hal wajar, karena dia melakukan pembelaan diri. Saya meyakini hakim memiliki penilaian sendiri dan saya serahkan semuanya kepada hakim. Kami sendiri sudah melaporkan terdakwa ke polisi dengan kasus yang serupa, tapi transaksi lain,” tambah Hani.

Kuasa hukum Nanik, Gunadi Handoko menyebut tidak ada dana mengalir ke rekening pribadi kliennya. “Dalam persidangan tidak terbukti ada dana ke rekening pribadi klien saya. Saya rasa klien saya harus bebas, karena dia menceritakan semua apa adanya,” ungkap Gunadi. Minggu depan, Nanik akan mendengarkan penghakiman dari hakim PN Malang.

Putusan hakim akan dibacakan minggu depan di PN Malang. Nanik adalah karyawan PT STSA yang didakwa penggelapan uang perusahaan sejumlah Rp 2 miliar, dari hasil markup harga transaksi pembebasan lahan yang diperuntukan Perum Citra Garden City Keluranah Buring,Kedung kandang,Kota Malang.(lil/dra).



Berita Terkait