Berita Metro

Rabu, 02 Januari 2019  14:30

Sambangi 3 Kampung Tematik, Sambang Paseduluran

Sambangi 3 Kampung Tematik, Sambang Paseduluran
KBP terus kedatangan para pelancong maupun stakeholders yang ingin studi banding atau riset. (BM/Saifullah)
MALANG (BM) - Kampung Budaya Polowijen (KBP) merupakan salah satu dari 17 Kampung Tematik yang sudah ditetapkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Malang beberapa waktu lalu. Sebagai wujud komitmen untuk melestarikan dan mewarat budaya, KBP senantiasa berbenah diri agar ke depan lebih baik. Di lain sisi, KBP terus kedatangan para pelancong maupun stakeholders yang ingin studi banding atau riset di KBP.
 
Awal tahun baru 2019, sejumlah 30 pegiat dan penari KBP menyambangi tiga kampung tematik Kota Malang, yaitu Kampung Tridi, Kampung Warna-Warni Jodipan dan Kampung Biru Arema. Alasan tiga kampung tematik yang dipilih dikarenakan ketiga kampung yang berada di bantaran sungai Brantas kini menjadi kampung yang paling favorit dikunjungi wisatawan baik domestik mancanegara.
 
“Kami ingin studi banding ketiga kampung tematik dengan semangat sambang kampung nyambung paseduluran,” kata penggagas KBP  Ki Demang di bilangan Jodipan, Rabu (2/01).
 
Rombongan KBP diterima dengan hangat oleh pengurus kelompok sadar wisata (pokdarwis). Sesama pelaku pokdarwis, para pegiat KBP diperlakukan istimewa sehingga masuk ke lokasi wisata gratis.
 
“Kami diajak naik ke menara Eiffel yang merupakan lokasi syuting film layar lebar ‘Yo Wis Ben’. Selain itu, kami diajak melewati jembatan kaca yang menghubungkan ke Kampung Warna-Warni. Para penari anak-anak KBP asyik ber-selfie di Kampung Tridi dengan unggulan seni mural,” tutur salah satu pegiat KBP Henny Chanin.
 
Sekretaris Pokdarwis Kampung Tridi, Nuryanto mengaku senang dengan kunjungan para pegiat KBP. Menurutnya, kunjungan antar kampung tematik dalam wadah forum Pokdarwis ini untuk saling tukar ide gagasan. 
 
“Saling menginspirasi dan menguatkan satu sama lain,” ujar Nuryanto.
 
Usai di Kampung Tridi, rombongan KBP menyambangi Kampung Warna Warni Jodipan (KWJ). Rombongan disambut oleh ketua Pokdarwis KWJ, Marjuki dan S. Pairin. Tak lama berselang, Marjuki pun meminta para penari KBP untuk menarikan beberapa tarian topeng Malangan di pelataran KWJ. Secara spontan, para penari KBP menarikan beberapa tarian topeng. Aksi menari tersebut sontak mengundang perhatian ribuan pengunjung yang memadati kawasan tersebut. Mereka tampak mendokumentasikan para penari KBP.
 
Rupanya di KWJ terdapat miniatur rumah berdesain anyaman bambu yang dihiasi beberapa topeng Malang. Menurut Pairin, rumah tersebut memang sengaja dibuat sebagai representasi KBP yang berciri khas topeng. 
 
“Desain ini untuk mempermudah pengunjung untuk berswafoto,” kata Pairin.
 
Kunjungan berikutnya ke Kampung Biru Arema (KBA). Para penari anak-anak KBP merasa belum puas dengan penampilan sebelumnya, mereka kemudian menari di pelataran KBA dengan latar patung singa sebagai ikon Malang. Tak ingin melewatkan momen, lurah Kidul Dalem, Johan Fuaddy dengan didamping ketua Pokdarwis, Irmawan Yutanto dan Ketua RW Rudi turut menari bersama puluhan penari KBP.
 
Usai menari, Johan Fuaddy menyampaikan terima kasih atas kunjungan Pokdarwis KBP. 
 
“Pokdarwis KBA akan mengadakan kunjungan balasan ke KBP sebagai bentuk apresiasi bahwa KBP telah menginisasi kunjungan antar kampung tematik di Kota Malang,” ujarnya.
 
Sementara itu, Irmawan menuturkan KBA lebih memilih tema lingkungan dengan memanfaatkan program kotaku, menginovasi air limbah rumah tangga melalui sistem biofileld. Selain itu, kata ia,  di beberapa sudut mulai banyak tanaman organik dan beberapa kolam ikan organik  yang akan menjadi andalan KBA. 
 
“Jadi, wisata KBA adalah wisata edukasi yang memberikan pembelajaran kepada pungunjung tentang pengelolaan lingkungan,” tukasnya. (sip)



Berita Terkait