Berita Metro

Kamis, 28 Desember 2017  07:12

Nanik Dituntut Dua Tahun Penjara

Nanik Dituntut Dua Tahun Penjara
Tuntutan : Terdakwa Nanik Indrawati alias Suparmie saat mendengarkan pembacaan tuntutan dari JPU

MALANG(BM)-Terdakwa Nanik Indrawati alias Suparmie (53) dituntut dua tahun penjara. Tuntutan itu dibacakan langsung oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU),Suhartono SH, pada sidang lanjutan dugaan penipuan dan penggelapan dengan terdakwa mantan kasir PT.Sapta Tunggal Surya Abadi (STSA) di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang,Rabu (27/12).

Menurut JPU Suhartono SH, ada beberapa hal yang meringankan terdakwa, namun juga ada yang memberatkan. Bahkan,dalam keterangan terdakwa pada sidang sebelumnya, sejumlah uang Rp 800 juta yang diberikan ke almarhum Elang, selaku ketua pembebasan tanah,tidak bisa dijelaskan tentang keperuntukannya.

"Ada hal yang memberatkan, salah satunya pengakuan uang Rp 800 juta yang tidak sesuai peruntukannya. Dan ini mengakibatkan kerugian pada perusahaan tempat ia bekerja. Selain itu, banyak jawaban yang diucapkan terdakwa, bahwa apa yang dilakukan karena menuruti perintah almarhum Elang," kata JPU Suhartono.

Kendati begitu,lanjut dia,ada yang meringankan selama perjalanan sidang. Terdakwa selama ini kooperatif dalam persidangan dan belum pernah dipenjara sebelumnya. "Sebelumya, terdakwa belum pernah berkasus dan berakhir di penjara. Karena itu, terdakwa kami tuntut selama dua tahun penjara. Tuntutan ini lebih ringan 3 tahun dari ancaman pada pasalnya yang mengancam terdakwa selama 5 tahun penjara," bebernya.

Pada kesempatan tersebut, ketua majelis hakim, Isnurul Syamsul Arif,SH,M.Hum memberikan arahan kepada terdakwa, bahwa bisa mengajukan pembelaan.

"Dari tuntutan Jaksa penuntut umum, saudara terdakwa bisa mengajukan pledoi (pembelaan). Pledoi itu, bisa diajukan sendiri atapun melalui kuasa hukum," tutur ketua majelis hakim.Menanggapi tuntutan dua tahun penjara atas diri terdakwa, General Manager PT. STSA, Hani Irwanto mengaku, bahwa sebenarnya tuntutan itu ringan. Namun, menurutnya, tentu Jaksa mempunyai pertimbangan tersendiri.

"Saya kira ringan ya, namun kami serahkan saja.sama pengadilan. Dengan tuntutan ini, berarti ada bukti atas tindakan terdakwa yang melawan hukum. Dan memang, kami tidak mengada ngada, begitulah adanya bahwa ada kerugian di perusahaan. Bahkan, dugaan pelanggarannya tidak pada kasus yang ini saja, masih ada permasalahan lain yang melibatkan terdakwa," tutur Hani Irwanto usai mengikuti jalannya persidangan.

Kasus lain yang dimaksud,dan telah dilaporkan ke Polres Malang Kota dalam kasus transaksi pembebasan tanah yang ditranfer terdakwa Nanik Indrawati ke rekening Riza Dwi Rahayu,dengan rincian Rp 3,9 miliar,Rp 500 juta,Rp 150 juta dan Rp 750 juta."Kasus itu telah kami laporkan ke Polres Malang Kota pada November lalu,"bebernya.

Secara terpisah, Gunadi  Handoko SH,selaku kuasa hukum terdakwa,menjelaskan bahwa pihaknya menghormati tuntutan dari JPU."Kami menghormati tuntutan dari JPU dalam persidangan tadi. Selanjutnya, sebagai kuasa hukum, tentu menyiapkan pledoi yang akan kami bacakan pada sidang selanjutnya," tutur Gunadi.Sebelumnya, terdakwa Nanik Indrawati SE alias Suparmie (53), adalah mantan karyawan bagian keuangan PT. Sapta Tunggal Surya Abadi (STSA) yang didakwa menggelapkan uang perusahaan sejumlah Rp. 2 miliar. Itu berawal dari gugaan hasil mark up uang pembebasan lahan yang diperuntukan Perum Citra Garden City, di kawasan Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.(lil/dra).

 




Berita Terkait