Berita Metro

Selasa, 15 Januari 2019  11:03

Mahasiswi Multitalenta Cantik ini, Beri Jurus Kembangkan KBP

Mahasiswi Multitalenta Cantik ini, Beri Jurus Kembangkan KBP
Mahasiswi Cantik, Beri Jurus Kembangkan Kampung Budaya Polowijen. (BM/Saifullah)
Siapa yang tak kenal Kampung Budaya Polowijen (KBP)? Salah satu kampung tematik yang menjadi destinasi wisata budaya ini semakin menambah deretan kampung wisata di Kota Malang. Mengusung tema budaya lokal Malang, kampung ini jadi sasaran wisatawan.
 
Jika kita berkunjung ke KBP, maka kita akan jumpai mulai dari tari Topeng Malangan, makam Tjondro Suwono (Mbah Reni) tokoh pertama pembuat Topeng Malangan, Sumur Windu tempat pemandian Ken Dedes di zaman dahulu, dan masih banyak lagi.
 
Selain untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya setempat, KBP berkomitmen untuk membangkitkan ekonomi kreatif masyarakatnya. Maka, kita akan jumpai sentra-sentra industri kreatif seperti kerajinan topeng, batik, aneka gerabah, seni pahat, seni pertunjukan, pemainan tradisional, musik dolanan, tembang mocopat jawa dan masih banyak lagi. 
 
Evita Nur Khalishah, salah satu warga Polowijen berpandangan, menarik membahas tentang wisata budaya yang terdapat di kampung halaman, yaitu Kampung Budaya Polowijen. 
 
Evita, begitu ia disapa mengatakan, wisata budaya di KBP akan kita temui beragam destinasi, mulai pertunjukan kesenian, festival kebudayaan yang rutin digelar, mengunjungi situs cagar budaya warisan masa lampau (heritage tourism), dan masih banyak lagi.
 
"Dari wisata budaya, wisatawan dapat belajar tentang sejarah, kebudayaan bahkan kesenian lokal. Dari sanalah mereka dapat memahami dan mendalami dinamika perkembangan budaya, kearifan lokal, dan hasil cipta, karya, dan karsa dari suatu masyarakat, khususnya di KBP," ungkap salah satu penari KBP ini. 
 
Mahasiswi semester 6 di Akademi Pariwisata dan Perhotelan (Apartel) Ganesha Malang mengatakan, sampai saat ini ia melihat KBP berkembang begitu pesat, sehingga wisatawan dari berbagai daerah banyak yang datang untuk mengunjunginya.
 
Peluang itu, lanjut dara cantik berusia 21 tahun ini mesti dimanfaatkan oleh warga Polowijen untuk mengembangkan ekonomi kreatif sehingga akan menambah pendapatan ekonomi. 
 
"Kita dapati sentra-sentra ekonomi kreatif di KBP. Mulai dari pembuatan topeng, membatik, pentas menari tari topeng Malangan, dan masih banyak lagi. Sehingga dengan adanya aktivitas tersebut bisa menjadi suatu daya tarik tersendiri bagi wisatawan," ujar Evita yang kerap memandu wisatawan saat berkunjung di KBP. 
 
Pemilik zodiak Capricorn ini menambahkan, kampung wisata budaya KBP terus berupaya meningkatkan pengelolaan dengan baik. Pengurus KBP memperhatikan aspek peningkatan kehidupan komunitas setempat, baik secara ekonomi maupun sosial. Karena itu, ke depan, pengelolaan objek-objek wisata budaya harus lebih diseriusi.
 
Pehobi fotografi ini berharap, ke depan penataan dan pemeliharaan KBP perlu ditingkatkan, lebih memperhatikan prinsip pengelolaan secara modern, pemutakhiran teknik dan media interpretasi, serta pelibatan wisatawan dan masyarakat dalam melestarikan budaya, merupakan tuntutan yang tak bisa dipandang sebelah mata.
 
"Dengan mengembangkan berbagai strategi tersebut, maka daerah destinasi wisata budaya KBP akan menjadi lebih memesona dan menggairahkan," pungkasnya. (ahe)



Berita Terkait