Berita Metro

Kamis, 21 Desember 2017  23:18

Korban Tanah Kavling CV.FJA Lapor Polisi

Korban Tanah Kavling CV.FJA Lapor Polisi
Korban penipuan tanah kavling FJA melaporkan Kurnia Widyastuti ke Polres Malang Kota.

MALANG (BM) - Belasan warga yang diduga korban pembelian kavling di kawasan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang mendatangi Polres Malang Kota, Kamis (21/12). Kedatangannya untuk menanyakan ke pihak Polresta Malang tentang laporannya beberapa waktu lalu. Menurutnya, belum ada perkembangan yang signifikan, sehingga ingin mengetahui lebih lanjut sejauh mana tindakan kepolisian.

Salah satu korban pembeli kavling, Andreas Amrullah (35) menjelaskan, bahwa sebenarnya para korbannya banyak. Namun baru beberapa orang korban saja  yang datang ke Polres Malang Kota kali ini. "Yang menjadi korban ada ratusan, namun yang tergabung dalam group whatsapp (WA) ada sekitar 43 orang. Kedatangan kali ini untuk menanyakan tentang perkembangan laporan kami terdahulu, dan yang lain membuat laporan," kata Andreas didampingi belasan korban lainnya saat ditemui awak media di Polres Makota, Kamis (21/12).
Kronologis kejadian berawal pada sekitar tahun 2016,  Ia mendapat penawaran penjualan kavling dari CV. Fajar Jaya Abadi (FJA) yang berkantor di Ruko WOW Jl. Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Karena tertarik, ia dan yang lain membeli kavling tersebut. Sebagai tanda jadi, ia membayar Rp. 5 juta. Selanjutnya setelah proses Akta Jual Beli (AJB) diminta membayar lagi sekitar 70 persen dari harga kavling. 
"Katanya proses tanda tangan ke notaris, membutuhkan waktu sekitar 6 bulan, namun hingga kini sudah sekitar 2 tahun belum jadi. Untuk itu, kami batalkan. Sebagian memang sudah ada yang  uangnya dikembalikan meskipun belum semuanya,"bebernya. Selama ini upaya penagihan sudah dilakukan. Namun saat ini sudah kehilangan kontak dengan penjualnya. Bahkan kantornya juga sudah tidak ada.

Hal senada juga dikatakan Mega Sarjono (31),warga jalan Maninjau Barat B2/B24,itu mengaku telah membeli 1 kavling tanah seharga Rp 55 juta 600 ribu,ia telah membayar sejumlah Rp  41juta 600 ribu ditahun 2016. "Saya telah membayar 75 persen dari harga tanah.Pihak Developer pernah saya somasi,namun sejauh ini belumada tanggapan,dan saya juga pernah ketemu Bu Kurnia widyastuti selaku direktur CV,Fajar Jaya Abadi,tapi juga tidak  ada itikad baik.Dengan begitu akhirnya kita  pakai jalur hukum saja,”tuturnya.

Bersama korban lainnya untuk mengumpulkan 114 orng yang menjadi korban developer CV.FJA sebagai pihak penjual tanah kavlingan,sejauh ini masih  terkumpul 43 orng korban di group WA. "Namun sebagian sudah ada yang dikembalikan,baik penuh maupun DP dari pengemban.Kalau kami total,dari 43 korban saja nilai totalnya sekitar satu milyar tiga ratus tujuh belas juta lebih,"lanjutnya.

 




Berita Terkait