Berita Metro

Kamis, 15 April 2018  21:05

Diisukan Plagiat, WR I UIN Angkat Bicara

Diisukan Plagiat, WR I UIN Angkat Bicara
Dr. M Zainuddin (tengah) didampingi Rektor UIN, Prof Haris (kanan) dan WR 3 UIN, Gus Is (kiri) saat mengklarifikasi

 

MALANG(BM)-Menanggapi maraknya isu plagiarisme yang mencuat, mendapat sanggahan langsung dari Wakil Rektor (WR) 1 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Dr M Zainuddin. Minggu (15/4). Dihadapan puluhan awak media, pria ramah itu angkat bicara soal isu plagiarisme karya ilmiah yang belakangan merebak. Dirinya memberikan klarifikasi sekaligus menceritakan kronologis terkait buku yang ditulis.

Dijelaskannya, buku berjudul Paradigma Pendidikan Terpadu: Menyiapkan Generasi Ulul Albab yang ia tulis bermula dari semangat menyosialisasikan ide integrasi ilmu dan agama serta tarbiyah Ulul Albab yang dikembangkan di UIN Maliki. Dirinya kemudian intens berdiskusi dengan Prof Imam Suprayogo yang saat itu menjabat rektor UIN Maliki.

Hingga suatu ketika, dirinya diminta oleh Prof Imam Suprayogo untuk terus menyuarakan dua tema besar itu. Kerjasama itu terus berlangsung, memberi kata pengantar buku yang ditulis berjudul Kesalihan Sosial Vs Normatif yang meneliti kerukunan umat beragama di Sitiarjo, Kabupaten Malang. “ Buku Paradigma Pendidikan Terpadu: Menyiapkan Generasi Ulul Albab diterbitkan pertama kali oleh UIN Press pada 2008. Saat itu saya menjabat sebagai Pembantu Dekan Bidang Akademik di Fakultas Tarbiyah. Dalam buku itu, pada Bab V saya memasukkan tulisan beliau (Prof Imam Suprayogo) dari makalah yang beliau tulis dari naskah yang saya edit dengan saudara In’am Esha dalam buku berjudul Horizon Baru Pengembangan Pendidikan Islam yang terbit pada 2004,” kata Zainudin.

Selanjutnya, pada Bab V itu diberi judul Pendidikan Terpadu Mazhab UIN Malang dengan catatan kaki bertuliskan: “Naskah pada bab ini diadaptasi dari konsep integrasi ilmu dan agama yang ditulis oleh Prof Imam Suprayogo Rektor UIN Malang.“Karena adaptasi, tentu itu saya maknai sebagai pandangan umum (grand ideas) beliau terkait dengan konsep integrasi ilmu dan ilmu dimaksud,” terang Zainudin.

Dijelaskannya, tidak disebutkan nama Prof Imam dalam daftar pustaka, menurut dia, hal itu dilakukan karena nama Prof Imam sudah dimasukkan ke dalam buku berjudul Horizon Baru Pengembangan Pendidikan Islam yang diterbitkan UIN Press pada 2004. Buku Horizon Baru Pengembangan Pendidikan Islam itu sendiri masuk dalam daftar pustaka dari buku berjudul Paradigma Pendidikan Terpadu: Menyiapkan Generasi Ulul Albab.

.Polemik akademik seperti itu menurut Prof Haris semestinya dibicarakan di lingkup senat universitas. “ Seharusnya diselesaikan dengan norma-norma islam. Kita ini menjadi contoh, orang yang diberi amanah untuk mendidik bangsa ini dengan dasar islam,” kata dia.Dengan kejadian ini, ia berharap agar saling menyadari atas keterbatasan sebagai manusia. “ Kalau ada yang dianggap tidak benar, harusnya diselesaikan secara interns kampus. Kan disini ada pimpinan,’ tandasnya. (lil/dra).




Berita Terkait