Berita Metro

Sabtu, 10 Agustus 2019  15:57

Arif Afandi: Pahami Dunia Istri untuk Pahami Anak Perempuan

Arif Afandi: Pahami Dunia Istri untuk Pahami Anak Perempuan
Arif Afandi (dua dari kiri) saat peluncuran buku, "Ayah, Lelaki Pertamaku". (BM/HARUN)

SURABAYA (BM) – Menjadi suami salah seorang dari 26 perempuan yang mengisi buku kumpulan karangan tentang ayah, Arif Afandi mengaku belum bisa melakukan hal-hal kecil terhadap dua anak perempuannya saat menyaksikan peluncuran buku, “Ayah, Lelaki Pertamaku” di Atrium Timur Grand City Mall, Surabaya, Sabtu (10/08/19) siang.

 

Menurut mantan Wakil Wali (Wawali) Kota Surabaya ini, sebagai suami, mengomentari tulisan istrinya, Tjahjani Retno Wilis, kalau itu adalah kenangan personal istrinya kepada ayah mertuanya. “Saya bisa mencontoh apa saja sebetulnya yang menjadi ketertarikan dari anak perempuan. Kebetulan saya punya dua anak perempuan, sehingga hal-hal seperti ini menjadi penting sekali, menjadi panduan, menjadi referensi tentang bagaimana seorang ayah memperlakukan anak istrinya,” katanya di tengah acara.

 

Lebih jauh, Arif Afandi coba mengutip sambutan CEO Radio Suara Surabaya, Errol Jonathans bahwa, seorang ayah itu laki-laki, dan seorang laki-laki itu kurang peka seperti anak perempuan, ketika kita punya anak perempuan, seringkali ada masalah. “Jadi potensi konflik antara seorang ayah dengan anak perempuannya itu lebih besar dengan karakter masing-masing yang berbeda. Nah, buku ini bisa menjadi rujukan bagi para ayah,” ucapnya.

 

CEO Ngopibareng ini mengaku percaya terhadap kapasitas istrinya dalam menulis ayah mertuanya. “Saya tidak tahu dia (istri) menulis ayahnya (mertua), dia seorang penulis, dia memiliki kemampuan menulis, dia sarjana komunikasi juga, sehingga kemudian, kalau dia menulis tentang ayahnya, maka itu murni karena dirinya, tidak ada intervensi saya, bahkan saya tidak tahu tentang tulisan itu,” ungkapnya.

 

Mantan manajer Persebaya Surabaya ini mengaku mendapat ilmu dari peluncuran buku ini. “Kadang-kadang ternyata dari beberapa tulisan, kemudian kita bisa melihat bahwa anak perempuan itu menyukai hal-hal yang detil. Menunjukkan kasih sayang kepada anak perempuan itu tidak harus berlebihan, bisa hal-hal kecil seperti membawakan kue setiap bulan, karena kemampuannya (mungkin) sebulan sekali, dan itu ditunggu, ternyata itu menjadi hal-hal yang menjadi kenangan yang tidak pernah dilupakan oleh seorang anak. Jadi hal-hal kecil, semacam itu kadang-kadang saya masih belum bisa melakukan,” pengakuannya.

 

Dirinya berpesan kepada para ayah. “Tentu ketika menjadi ayah, cobalah berusaha memahami dunia istri, karena dunia istri adalah dunia perempuan, dan kalau kita mempunyai anak perempuan, maka dengan memahami dunia istri, kita akan memahami hati anak-anak kita yang perempuan,” tutupnya. (han)




Berita Terkait