Berita Metro

Senin, 05 Juni 2017  19:43

Desainer Busana Muslim Tampil di Ramadhan Runway

Desainer Busana Muslim Tampil di Ramadhan Runway
Busana karya Gita Orlin, Wiwied Mayasari dan Dwi Adi Kusuma, yang ditampilkan di "Ramadhan Runway" Taj Tunjungan.
Surabaya(BM)-Momen ramadhan membawa berkah tersendiri bagi industri busana muslim. Para desainer dan industry tidak hanya merengkuh omzet dari penjualan produknya, tapi juga memamerkan karya terbarunya pada calon kustomer. Seperti yang dilakukan oleh tiga desainer busana muslim asal Surabaya. Mereka meramaikan “Ramadhan Runway” di Taj Tunjungan Atrium Tunjungan Plaza (TP 2).
 
Menurut Vanti Della Gita Hana Putri pemilik merek Gita Orlin, dalam momen Ramadhan dan Lebaran tahun ini rancangannya memilih tema Malika. Ini terinspirasi dari gaya para ratu di Timur Tengah, yang style-nya lebih sering menggunakan abaya, kaftan dan lost dress, namun tetap terlihat sangat anggun.
 
”Penggunaan kain dasar linen dikombinasikan dengan lace, jaguar serta embroidery dengan detil-detil swaroski, beads dan pearl yang menonjolkan sisi kefeminiman seorang wanita muslim,”ujarnya. Gita menjelaskan rancangannya lebih bersifat “girly” dan berbeda dengan rancangan desainer lainnya. Sedangkan warna busana muslim mengusung tren tahun ini yakni warna-warna pastel.
 
Harga busana yang membidik segmen premium, ujar Gita, memiliki range harga mulai Rp 1 juta hingga Rp 10 juta. “Butik saya di Sidoarjo dan produk yang mulai dikenal di Malaysia saat mengikuti ASEAN Moslem Fashion Show,”tambah Gita, yang juga menghadirkan rancangan busana muslim bagi anak-anak. Sementara itu, Wiwied Mayasari mengusung tema “Romantic White” dalam rancangan yang dibawakan para model di “Ramadhan Wunway” Taj Tunjungan. Karyanya memiliki unsur putih, silver, toska, dan abu-abu. Untuk menyambut Lebaran, Wiwied memilih cutting kaftan dan sederhana tanpa menghilangkan kesan elegan bagi pemakainya.
 
”Biasanya omset cukup tinggi saat musim pengantin, Idul Adha selain dari momen Lebaran. Produk juga membidik segmen premium dan target pasarnya di Jakarta,”ujarnya. Sedangkan Dwi Adi Kusuma memilih tema “Titis” atau “Lahir Kembali” sesuai dengan makna Idul Fitri. Hampir sama dengan warna-warna rancangan Wiwied, Dwi mengusung warna silver dan warna-warna pastel.
 
Seperti cutting, Dwi lebih suka dengan konsep three pieces yakni outer, inner dan celana atau rok. Motif kainnya dipilih polkadot, stripes dan bunga-bunga dengan nuansa gold. 
 
”Pasar yang saya bidik yakni premium dan bahan kainnya menggunakan taveta, silk, satin dan jaguar. “Sebenarnya sejak tahun 2000 mulai terjun ke industri fashion. Namun sempat vakum dan mulai aktif kembali tahun 2015,”tambahnya.
 
Pagelaran ini Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) BPD Jawa Timur dalam menampilkan karya 3 desainer dan juga menghadirkan desainer Lia Afif, Lia Siregar, Afra Kirana, Yuyuk Nurmaisyah dan beberapa lainnya. Dimeriahkan juga dengan Beauty Class oleh tim Martha Tilaar.(sur/dra)



Berita Terkait