Berita Metro

Rabu, 31 Juli 2019  13:21

Triwulan Kedua, Ditemukan Sebanyak 14 Penderita Positif HIV

Triwulan Kedua, Ditemukan Sebanyak 14 Penderita Positif HIV
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamongan, Bambang Susilo

Reporter: Komari S Praja

LAMONGAN (BM)-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamongan terus melakukan pencarian di seluruh  puskesmas dan  rumah sakit terhadap  penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) untuk memutus rantai penyebaran HIV di Kabupaten Lamongan.

Menurut data dari Dinkes Lamongan pada Tahun 2019 hingga bulan Juni, ditemukan sebanyak 14 pasien yang positif penderita HIV (Human Immunodeficiency Virus).

“Meski belum tercatat hingga akhir tahun 2019, di tribulan kedua tahun ini sudah sebanyak   14 orang yang dinyatakan positi” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamongan,  Bambang Susilo,  Rabu (31/7).

Jumlah tersebut diakumulasi dari beberapa data yang ada di rumah sakit maupun Puskesmas di Lamongan. Tercatat, penderita dari kelamin laki laki berjumlah 9 orang sedangkan, untuk perempuan sebanyak 5 orang.

“Setiap ditemukan penderita, maka langsung dimasukan di Sistem Informasi HIV-AIDS (SIHA) sehinggga sebagai acuan untuk melakukan upaya memutus rantai penyebarannya” ungkap Bambang Susilo.

Meski demikian Bambang menegaskan jika dibanding tahun lalu, Tahun  2019 penderita HIV AID di Lamongan mengalami penurunan.

Di sisi lain, Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Lamongan kepada awak media, Maskun, menjelaskan pada Tahun 2018 penderita dinyatakan positif HIV sejumlah 1014. Dari jumlah itu terdapat laki laki, perempuan, balita, anak anak maupun ibu hamil (bumil). Dari jumlah total tersebut sekitar 264 penderita dinyatakan meninggal dunia.

Sedangkan, dari temuan 14 penderita di tahun ini dimungkinkan bisa bertambah dalam bulan berikutnya. Meski begitu, pihak Dinas Kesehatan masih tetap melakukan pencarian di semua puskesmas maupun rumah sakit. Tujuannya tak lain untuk memutus rantai penyebaran HIV di Kabupaten Lamongan.

Maskun memaparkan secara umum, virus mematikan ini tidak bisa dideteksi dengan kasat mata. Sekilas, nampak gestur seseorang seperti baik baik saja. Akan tetapi jika virus ini sudah menyerang daya imun, maka secara drastis berat badan akan menurun drastis dan banyak penyakit lain yang turut menyertai.

"Virus ini masuk kategori menular dengan kontak darah maupun hubungan seks," jelas Maskun yang juga memaparkan Dinkes Lamongan hingga juga terus melakukan setelah ditemukan pasien dan dinyatakan positif HIV AIDS maka langka selanjutanya adalah proses pengobatan. ()




Berita Terkait