Berita Metro

Kamis, 12 April 2018  16:49

Tani Organik Lebih Hemat Biaya, Kian Sejahterakan Petani

Tani Organik Lebih Hemat Biaya, Kian Sejahterakan Petani
Panen perdana tanaman padi yang dikelola secara organik di Kabupaten Lamongan.

Repoter: Komari

LAMONGAN (BM)-Penerapan tanam padi secara organik mulai dikembangkan di wilayah Kabupaten Lamongan. Hasilnya selain panen lebih maksimal, biaya perawatan tani orgnik lebih murah dibanding dengan menggunakan pupuk kimia.

“Tanam padi perawatan pupuk rganik  lebih murah biayanya, karena bahan-bahan organiknya dapat memanfaatkan bahan-bahan di sekitar kita. Misalanya untuk pembuatan mikrobanya, bahan yang dibutuhkan diantaranya beras, tanah pohon bambu, gula merah, batang pisang, kotoran sapi dan lain-lain” kata salah seorang penggagas tani organik di Lamongan, Husni Mubarok, pada sejumlah awak media, kemarin.

Husni, panggilan Husni Mubarok, menyebutkan system tadi organik dia kembangkan adalah  menggunakan pupuk organik berupa Mikroba 5. “Keuntungan dari  tani organik  ini adalah sekali pembuatan Mikroba 5, dapat dimanfaatkan petani hingga empat musim tanam yang tidak lagi memerlukan pupuk” ungkapnya.

Pengembangkan pertanian organik tantangnya adalah  memerubah pola pikir di tengah masyarakat petani karena selama ini petani dalam bercocok tanam padi sangat mengantungkan pupuk kimia.

 
"Sejak awal saya nanam sudah dicemooh tetangga. Padi saya kan tidak pernah hijau, kuning terus. Mereka bilang, kalo gak kuat beli pupuk gak usah bertani. Saya tetap jalan terus. Padi subur itu tidak harus hijau. Itu salah kaprah. Sampai akhirnya saya bisa membuktikan hasilnya," jelasnya.

Husni mencontohkan hasil panen padi  perawatan organik tersebut diantara  di Desa Kaligerman, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan. “Padi ini betul-betul organik, 100 % organik. Tidak menggunakan pupuk kimia atau insektisida sediktpun," kata Husni yang menjelaskan panen perdananya dihadiri  Staf Khusus Menpora Bidang Kepemudaan, Zainul Munasichin dan Sekretaris Dispora Pemkab Lamongan, Bambang Didik Suparto.

Selain mengembangkan pupuk organik, dalam perawatan tanaman padi, Husni juga mengembangkan pengusir hama tikus dengan memanfaatkan air kencing Kelincing. Hasilnya juga optimal. ()



Berita Terkait