Berita Metro

Senin, 07 Mei 2018  14:12

Setelah Dirayu,Bocah Berumur 5 Tahun Akhirnya Sekolah Lagi

Setelah Dirayu,Bocah Berumur 5 Tahun Akhirnya Sekolah Lagi
Ardiyansyah saat disambut teman-teman sekolahnya di SDN Kandang Rejo Desa Kandang Rejo Kecamatan Kedungpring-Lamongan

Reporter:Komari

LAMONGAN (BM)-Mulai Hari Senin (7/5) ini Ardiyansyah, bocah berumur 10 tahun warga  Dusun Kedung, Desa Kandangrejo Kecamatan Kedungpring Kabupaten Lamongan kembali bersekolah yang sebelumnya sempat terhenti bersekolah beberapa bulan karena ia harus merawat ibunya yang lumpuh.

 

Pada hari pertama untuk melanjutkan pendidikannya tersebut, Ardi, panggilang Ardiyansyah dijemput oleh Abdul Rouf, salah seorang guru di tempat Ardi, panggilan Ardiyansyah menuntut ilmu.

 

“Kita mendampingi Ardi ini hanya semata-mata untuk memberi dukungan agar dia tetap semangat karena sudah beberapa bulan terpaksa tidak masuk sekolah karena menjaga dan merawat ibunya bernama Fitri Wulandari yang tergolek di tempat tidur karena lumpuh semenjak lima tahun lalu” kata Abdul Rouf, Senin (7/5) padi.

 

Di sisi lain, saat tiba di sekolah di SDN Kandang Rejo Desa Kandang Rejo Kecamatan Kendungpriung Lamongan, Ardi langsung disambut oleh teman-temannya yang lama tidak bertemu.

 

Bahkan sejumlah teman langsung mengajak putra pasangan Puryanto- Fitri Wulandari tersebut untuk berganbung dalam barisan upacara bendera yang secara rutin digelar setiap Hari Senin.

 

"Sebagai pihak sekolah, kami sangat  berterimakasih kepada relawan  yang telah berhasil memberi semangat Ardi  untuk kembali dan bersedia masuk sekolah lagi," ungkap  Kepala Sekolah SDN Kandangrejo, Jaelan.

 

Seperti diketahui Ardiansyah, merelakan dirinya tidak bersekolah hanya untuk merawat ibunya bernama Fitri Wulandari yang tergolek di tempat tidur karena lumpuh semenjak lima tahun lalu.

“Saya tidak tega meninggalkan ibu sendirian di rumah, karena ibu tidak bisa ambil makan dan minum sendiri. Ibu lumpuh” kata Ardiansyah lirih, beberapa hari lalu.

Dulunya, tambahnya saat itu,  saya sempat bersekolah dan setiap jam istrirahat sekolah, saya pulang sebentar untuk memberi makan ibu. Tapi karena kasihan, akhirnya  memilih untuk menemani ibu di rumah.

Sebenarnya Ardi sehari-hari tinggal bersama Bapak dan Ibunya, namun karena kondisi ekonomi, sang bapak bernama Puryanto (38) harus bekerja keras menjadi buruh tani untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, sehingga sang ibu yang lumpuh tidak ada yang menjaga.

“Saya  tidak mampu untuk membawa istri saya ke rumah sakit untuk berobat, karena sudah tidak memiliki biaya. Sejumlah kambing sebelumnya sudah saya jual untuk berobat, tapi hingga saat ini belum ada perubahan” jelas Puryanto, orang tua Ardi beberapa waktu lalu.

Dorongan agar Ardi tetap bersekolah itu, diantaranya berasal dari sejumlah Komunitas Berbagi dengan Ikhlas atau Berkas. Bahkan komunitas ini membelikan sepeda Ardi agar dia bisa pulang sejenak  untuk memberi makan siang ibunya saat jam istirahat sekolah.

“Intinya adik Ardi harus tetap bersekolah, demi massa depanya” pungkas Bripka Purnomo, salah seorang anggota Berkas. ()




Berita Terkait