Berita Metro

Senin, 08 Januari 2018  23:12

Rumuskan Ekonomi Syariah, Undang BAZNAS

Rumuskan Ekonomi Syariah, Undang BAZNAS
Direktur Pusat Kajian Strategis Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Irfan Syauqi Beik, Bupati Fadeli

LAMONGAN(BM)-Bupati Lamongan Fadeli secara khusus mengundang Direktur Pusat Kajian Strategis Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Irfan Syauqi Beik untuk membantu merumuskan road map ekonomi syariah di Lamongan. “Saya sudah sejak lama kepikirian untuk mengembangkan ekonomi syariah di Lamongan. Apalagi kemarin juga sudah diberi mandat oleh Ketua MUI KH Ma’ruf Amin. Ayo bergerak, dan Saya siap secara formal untuk memimpin langsung gerakan ini, termasuk mengundang Pusat Kajian Strategis Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) “ kata Bupati Fadeli, Senin (8/1).

Focus Group Discussion (FGD)  terkait ekonomi syariah   bersama BAZNAS kemudian dilakukan di Guest House Pemkab Lamongan  dan dipimpin langsung  oleh Fadeli. Hadir dalam diskusi kecil itu, Sekkab Yuhronur Efendi dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang akan menjadi penggerak berkembangnya ekonomi syariah di Lamongan, diantaranya Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Sulastri, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mohammad Nalikan, dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Mohammad Zamroni. Juga ada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kusnul Yaqin dan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Anang.

Setelah berdiskusi panjang dengan Irfan Syauqi Beik, Bupati Fadeli berkesimpulan harus ada road map  yang disusun tim ahli agar inisiasi itu bisa sukses. “Berkaca dari sukses road map  pertanian jagung modern yang mampu melonjakkan produksi hingga 64 persen, dari 370 ribu ton menjadi 570 ribu ton di Lamongan akan sukses  di sistem ekonomi syariah.

“Ini hal yang sangat bagus ada kepala daerah yang punya niatan kuat untuk kembangkan ekonomi syariah. Insya Allah akan bisa dengan dengan niatan kuat ini. Apalagi Lamongan tidak memulai dari nol, tapi sudah ada potensi yang tinggal ditata saja, “ ungkap Direktur Pusat Kajian Strategis Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS),  Irfan Syauqi Beik.

Irfan Syauqi Beik   meminta dalam pengembangan nanti, agar tiga pilar ekonomi syariah bisa berjalan beriringan. “Yakni sektor bisnis riil yang mencakup kehidupan sehari-hari, kemudian sektor keuangan dan sektor Zakat Infaq Shodaqoh Waqaf (ZISWaf)” tegasnya,

Sedangkan untuk sektor keuangan syariah  sektor bisnis riil dia menyarankan bisa dimulai dari sektor pertanian jagung. Yakni dengan memberi label halal pada semua produknya. Ini juga bisa berlaku untuk semua produk olahan dari Lamongan.

“Sedangkan untuk sektor keuangan syariah, Pemda perlu punya institusi keuangan syariah yang unggul. Ini bisa meniru metode Aceh yang mengkonversi bank daerahnya menjadi syariah, atau, bisa dengan membentuk institusi syariah baru” paparnya. Irfan Syauqi Beik  menegaskan hal ini juga bisa dimulai dengan membentuk Desa Zakat.“Kami punya Indeks Zakat Nasional yang bisa menjadi referensi pengelolaan dan acuan dalam menyusun kebijakan zakat. Dan sekali lagi, Lamongan bisa menjadi role model , karena sampai saat ini belum ada yang secara ideal dan komprehensif terapkan konsep halal, “ tegasnya.(kom/dra).




Berita Terkait