Berita Metro

Kamis, 08 Maret 2018  16:05

Reklamasi Rusak Mangrove, Warga Paciran Lapor Ke DPR RI

Reklamasi Rusak Mangrove, Warga Paciran Lapor Ke DPR RI
Lokasi bibir pantai Lamongan Utara yang dilakukan reklamasi.

Reporter: Komari

LAMONGAN (BM)-Warga Desa Paciran Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan melakukan protes terkait rusaknya hutan Mangrove di bibir pantai utara Lamongan akibat pengurukan atau reklamasi  di lokasi tersebut. Bahkan protes tersebut dilakukan hingga mendatangi Komisi IV DPR RI di Jakarta.

 

“Semua usaha kita lakukan agar hutan mangrove tidak punah akibat adanya reklamasi. Hutan mangrove tersebut banyak fungsinya, diantaranya tempat perkembangbiakan ikan dan dapat mencagah adanya abrasi akibat hantaman ombak laut” kata salah satu warga Paciran, Abdurrokhim, Kamis (8/3) siang.

 

Diantara usaha tersebut, lanjutnya, sejumlah perwakilan  mendatangi Komisi IV DPR RI di Jakarta untuk menyampaikan keluhan akibat reklamasi itu.

 

“Di Komisi IV tersebut kita menyampaikan tuntutan, yakni penghentian adanya reklamasi, pembekuan ijin dan penolakan perusahaan yang melakukan reklamasi, serta penolakan alih fungsi tanah negara mengingat di tanah Negara tersebut merupakan lokasi tumbuhnya Mangrove” ungkap pria yang sehari-hari sebagai nelayan.


  

Abdurrokhim menambahkan dalam waktu dekat Komisi IV DPRD RI akan melakukan pemantauan lokasi yang dilakukan reklamasi hingga hutanya Mangrovenya tersebut.

 

Di sisi lain, Ketua Komisi D DPRD Lamongan, Ali Mahfudl  menjelaskan pohon mangrove di wilayah Paciran tersebut merupakan upaya yang di lakukan warga desa setempat demi kepentingan lingkungan di wilayah pesisir.

 

“Sebagian besar warga di sana merupakan nelayan, sehingga keberadaaan hutan Mangrove sangat penting sebagai perkembangbikan ikan. Selain itu, Mangrove juga dapat menahan hantaman gelombang laut sehingga tanah tidak terjadi abrasi” kata jelas Ali, panggilan Ketua Komisi D DPRD Lamongan, Ali Mahfudl.

 

Namun, tegasnya,  hadirnya  pihak yang melakukan reklamasi pantai justru merusak tanaman Mangrove tersebut. “Ini sangat ironis” ungkapnya serius. ()

 




Berita Terkait