Berita Metro

Kamis, 08 Maret 2018  18:26

Presiden Jokowi: 2023, Sertifikat Tanah Jawa Timur Tuntas

Presiden Jokowi: 2023, Sertifikat Tanah Jawa Timur Tuntas
Presiden Jokowi didampingi Bupati Fadeli saat memasuki Alun-alun Kota Lamongan untuk serahkan sertifikat tanah

Reporter:Komari

LAMONGAN (BM)-  Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menegaskan agar sertifikat tanah di Jawa Timur tuntas tahun 2023. Dan jika tidak selesai maka Kepala Wilayah Kantor BPN Jawa Timur harus dievaluasi atau diganti.

 

“Saya sudah perintahkan ke Menteri BPN tahun 2025 seluruh indonesia harus selesai. Dan Jawa timur  pada tahun 2023 harus selesai, kalau tidak selesai maka yang dicopot Kepala Kanwil BPN Jawa Timur ” kata Joko Widodo,  Kamis (8/3) dihadapan undangan Alun-alun Kota Lamongan.

 

Pada kesempatan tersebut Joko Widodo  menyerahkan sebanyak 5750 sertifikat tanah  pada penerimanya secara simbolis.  Ribuan sertifikat tersebut diiantaranya untuk Kabupaten Lamongan, Gresik dan  Bojonegoro masing masing sebanyak 1500 orang, sedangkan Kabupaten  Tuban sebanyak  700 orang penerima  dan Sidoarjo sebanyak  500 orang penerima, Kamis (8/3) siang.

 

“Sertifikat ini merupakan bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki , maka Kami berharap agar sertifikat ini disimpan dengan baik, diberi sampul plastik sehingga jika terkena air tidak rusak” tegas.

 

Selain itu, lanjutnya, sertifikat harus difoto coppy sehingga jika yang asli rusak atau hilang, foto coppy-an tersebut  dapat digunakan untuk mengurus lagi ke BPN.

 

“Foto coppy yang satu disimpan di almari satu, sedangkan foto coppy yang lain disimpan di tempat lain sehingga kalau yang asli hilang, foto coppynya dapat digunakan mengurus ke BPN” ungkap Jokowi.

 

Di sisi lain, Jokowi  memaparkan jika sertifikat tanah dipakai untuk agunan di Bank, maka harus hati-hati atau dikalkuasi dengan benar agar tidak semakin menyulitkan dirinya sendiri, termasuk beban mengangsurnya.

 

“Jika dijadikan agunan di Bank, maka uang dari Bank tersebut sebaiknya untuk modal kerja atau inverstasi sehingga kalua ada untung langsung ditabung baru bisa digunakan untuk kepentingan yang lain, termasuk untuk beli mobil” pinta Jokowi yang menyakini di Jawa Timur, sertifikat tidak akan digadaikan di Bank karena  di Jawa Timur lahanya produktif yang mampu menghasilkan panen yang maksimal. Misalnya di Lamongan, satu hekter lahan mampu menghasilan panen Jagung sebanyak 10, 8 ton.

 

 

Penyerahan sertifikat tanah tersebut, khusus Lamongan, sebanyak 1.500 sertifikat tersebut untuk 8 desa pada 2 kecamatan, yakni Kecamatan Sarirejo dan Kecamatan Mantup. Sedangkan 8 desa itu yakni desa Dermolemahbang, Beru dan Simbatan masuk wilayah Kecamatan Sarirejo, sedangkan desa Sukobendu, Mojosari, Sumberagung, Tuguh dan Tunggungjagir masuk Kecamatan Mantup. ()



Berita Terkait