Berita Metro

Kamis, 15 April 2018  12:18

Peduli Sesama,Polisi dan Warga Buatkan MCK bagi Nenek Miskin

Peduli Sesama,Polisi dan Warga Buatkan MCK bagi Nenek Miskin
Proses pembuatan Kamar Mandi Cuci Kakus (MCK) di rumah Rumisi (62), seorang nenek kurang mampu di Dusun Ploro Kecamatan Baba

Foto:BM/Komari

LAMONGAN (BM)- Anggota Polsek Babat dan sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Komunitas Berbagi dengan Ikhlas (Berkas) Lamongan bergotong-royong membuat Kamar Mandi Cuci Kakus (MCK) di rumah Rumisi (62), seorang nenek  kurang mampu di Dusun Ploro, Desa Sumurgenuk, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan.
 
“Nenek Rumisi ini benar-benar harus dibantu. Karena selain dalam kondisi kurang mampu, dia juga hidup sebatangkara dan sakit-sakitan. Sedangkan salah anaknya  yang hidup satu kampung juga dalam  kondisi kekurangan” kata  Rudi, salah seorang anggota Komunitas BERKAS.
 
Menurutnya, kondisi yang sebatang kara tersebut, selama ini  tetangga yang ikut rawat, termasuk yang yang membelikan obat, jika  Rumisi sakitnya kambuh karena dia dia tidak bisa bergerak kemana-mana.
 
“Dan selama ini Nenek Rumisi ini tidak mempunyai MCK sehingga jika hendak  buang air kecil atau besar merasa kesulitan. Maka kami bersama-sama dengan yang lain bergotong-royong membuatkan MCK untuk menolongnya” ungkap Rudi.
 
Di sisi lain,  seorang anggota Kepolisian di Polsek Babat, Bripka Purnomo yang juga anggota Komunitas BERKAS, menyebutkan bantuan pembuatan MCK tersebut merupakan bentuk peduli sesama, terutama pada warga kurang mampu.
 
“Kebersamaan harus terus dibangun agar keharmonissan ditengah-tengah masyarakat terus terjaga. Kebersamaan itu diantarantara dapat diwujudkan dengan membantu sesaama yang membutuhkan” kata  Bripka Purnomo memaparkan.
 
Selain membantntu warga kurang mampu, BERKAS secara rutin juga membagikan nasi bungkus pada warga kurang mampu yang sedang bekerja, misalnya pada tukang becak di sekitar pasar babat.
 
“Kita juga membantu uang saku pada siswa kurang mampu dan yatim piatu yang kita lakukan secara rutin sekali dalam satu minggu. Itu semua adalah bentuk kepedulain semasa” pungkas Bripka Purnomo. ()
 



Berita Terkait