Berita Metro

Rabu, 11 April 2018  16:14

Lindungi Produk UMKM, Dinkop UMKM Fasilitasi Perijinan

Lindungi Produk UMKM, Dinkop UMKM Fasilitasi Perijinan
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Lamongan, Anang Taufik

Repoter: Komari

LAMONGAN (BM)- Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Lamongan memfasilitasi Perijinan Industri Rumah Tangga (P-IRT). Hal tersebut sebagai upaya untuk melindungi produk yang dihasilkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

 

“Selain memfasilitasi Perijinan Industri Rumah Tangga (P-IRT). Dinas Koperasi dan Usaha Mikro juga Dinas Koperasi juga memfasilitasi pengurusan  sertifikasi halal dan merek atau hak paten hasil produk UMKM Lamongan” kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Lamongan, Anang Taufik, Rabu (11/4).

 

Menurut Anang, panggilan Anang Taufik, sampai saat ini terdapat 75 UMKM yang telah memiliki Perijinan Industri Rumah Tangga (P-IRT), 15 sertifikasi halal dan 15 telah dipatenkan mereknya.

 

“Itu semua merupakan bentuk perlindungan, sehingga  produk UMKM Lamongan dapat bersaing di pasaran” ungkap Anang.

 

Di sisi lain, tambah Anang, panggilan Anang Taufik, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro juga memberikan sejumlah pelatihan pada pelaku UMKM agar semakin berkembang.

 

“Pada tahun 2018 ini,  pelatihan difokuskan pada UMKM yang bergerak di bidang fashion, khususnya batik. Sebelumnya juga sudah dilakukan di bidang lain, diantaranya pelatihan packaging hasil produk UMKM serta keahlian di bidang lainya”  jelas Anang.

 

Selain itu juga  terdapat pembinaan peningkatan jaringan kerjasama dalam rangka pemasaran dengan koperasi besar.  “Terkait akses pemasaran, tahun 2018 ini juga akan dilaunching Rumah Kreatif Lamongan (RKL). Ini diharapkan menjadi wadah Pemkab Lamongan dalam memberikan pembinaan bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas mereka” kata Anang berharap.

 

Di RKL ini pula  akan disediakan jasa desain kemasan (packaging) serta logo produk. UMKM juga bisa memasukkan produknya untuk dipasarkan secara daring melalui website Lamongan Mart.

 

“Pada tahun ini juga terdapat program penumbuhan wirausaha untuk 3 ribu orang di 100 desa dengan memberikan bantuan 300 unit alat untuk olahan makanan, minuman dan kerajinan paparnya Anang.

 

Di Kabupaten Lamongan sendiri   menurut data  2016 berdasar Sensus Ekonomi yang dilaksanankan Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat sebanyak 130.006 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)  dan  telah menyerap sebanyak 327.422 tenaga kerja.

 

Perlindungan terhadap produk UMKM terus dilakukan agar UMKM semakin berkembang sehingga mampu menyerap tenaga kerja yang lebih besar lagi sebagai upaya untuk menuntaskan pengangguran di Lamongan. ()

 




Berita Terkait