Berita Metro

Selasa, 15 Mei 2018  14:04

KPU Jatim Akan Pikirkan Tempat Lain Untuk Debat Cagub

KPU Jatim Akan Pikirkan Tempat Lain Untuk Debat Cagub
Kata Komisioner KPU Jatim Devisi SDM dan Parmas, Gogot Cahyo Baskoro.

Foto:BM/Komari

LAMONGAN (BM)-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur memikirkan tempat alternatif untuk pelaksanaan  debat Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jatim yang ketiga mendatang. Kondusi tersebut sering terjadinya sejumlah ledakan bom di Surabaya beberapa hari lalu.

 

“Kemarin siang kita rapat koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk dalam hal ini Polda dan Polrestabes Surabaya bersama tim kampanye dan pihak televisi penyelenggara debat. Dan pihak Polda Jatim memberi masukan agar KPU Jatim  memikirkan alternatif penggantian tempat atau lokasi untuk debat ke tiga” kata Komisioner KPU Jatim Devisi SDM dan Parmas, Gogot Cahyo Baskoro, Selasa (15/5) seusai sosialiasasi Undang-Undang Kepemiluan yang diselenggarakan Bakesbangpol Kabupaten  Lamongan.

 

Menurut Gogot, panggilan, Gogot Cahyo Baskoro, salah satu alasan untuk mencarikan tempat alternatif debat publik ke tiga tersebut adalah perkembangan situasi yang sekarang ini terjadi, dimana Hotel Dyandra yang berada di jalan Basuki Rahmad itu telalu dekat dengan jalan raya,  sehingga polisi menyarankan agar kita mengganti tempat pelaksanaan debat ke tiga

 

“ Dan Kami pihak KPU sampai saat ini memang prinsipnya mengikuti apa yang jadi saran dan masukan dari pihak kepolisian mengingat mereka yang tahu betul bagaimana situasi di lapangan” ungkap Gogot

 

Maka, lanjutnya, saat KPU Jatim masih berfikir mencari alrternatif tempat yang memang memungkinkan mengingat akan disiarkan secara langsung oleh sejumlah stasiun televisi.

 

“Kita juga perlu gedung yang spesifikasinya memang sesuai dengan teman-teman televisi yang menyelenggarakan debat yang ke tiga tersebut. Misalnya ketinggian gedung minimal 9 meter ruangnya,  kemudian ada lokasi untuk penempatan satelit dan seterusnya, itu masih kita fikirkan” jelas Gogot memaparkan.

 

Sedangkan, tegas Gogot, kalau pindah dari Surabaya, cost yang dikeluarkan oleh TV penyelenggara debat itu tentu akan lebih tinggi.  “Mengingat memang kita ini mendapatkan fasilitas penyiaran gratis atau  cuma-cuma untuk penyiaran debat publik cagub dan cawagub itu, mulai dari debat pertama sampai debat ketiga, semua TV nasional maupun lokal, regional menyiarkan secara free “ papar Gogot yang juga berharap situasi di Surabaya tidak sampai mengganggu tahapan dan  pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur.

 

Di sisi Kepala Kesbangpol  Kabupaten Lamongan, Sujito, menjelaskan  sosialisasi Undang-Undang Kepemiluan tersebut merupakan kegiatan yang kedua kalinya dan mengundang diantara pelajar SMA.

"Ini merupakan kegiatan yang kedua kali untuk malaksanakan kegiatan sosialisasi undang-undang pemilu, undang-undang 17 tahun 2015. Harapan kami adalah pada saat pelaksanaan pemilihan Gubernur Jatim pada  27 Juni mendatang,  mereka dapat menggunakan hak pilihnya dengan benar, dan tidak melakukan atau mengajak golput” kata Sujito berharap. ()




Berita Terkait