Berita Metro

Rabu, 07 Maret 2018  16:19

Hadapi Pemilu 2019, KPU Lamongan Lantik 81 Anggota PPK

Hadapi Pemilu 2019, KPU Lamongan Lantik 81 Anggota PPK
Ketua KPU Lamongan, Imam Ghozali saat melantik sebanyak 81 anggota PPK di GOR Lamongan,

Repoter: Komari

LAMONGAN (BM)-Mengahadapi Pemilu 2019,  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lamongan, Rabu (7/3) siang,   melantik  sebanyak 81 anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Gedung Olah Raga (GOR) Lamongan, Rabu, (7/3) siang. Para PPK tersebut  akan bertugas di seluruh kecamatan di Kabupaten Lamongan. 

 

Menurut Ketua KPU Lamongan, Imam Ghozali,  pelantikan PPK tersebut berdasarkan  Surat Keputusan No 31 tahun 2018 tentang Pengrekrutan Badan adhoc Penyelenggara Pemilu yang dikeluarkan oleh KPU pusat.

 

“Atas dasar itu di masing-masing kecamatan, anggota PPK  terdiri atas 3 orang, tidak lagi 5 anggota. Dan mereka akan segera melaksanakan  tugasnya, yaitu  melakukan tahapan pemutakhiran data pemilih untuk pileg pemilu 2019 pada April mendatang” kata  Imam Ghozali,  Rabu (7/3) 

 

Menurutnya  untuk pemutakhiran data Pemilu 2019 itu berbasis  Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur  tahun ini, namun masih menunggu pleno  PPS.

 

“Apabila dilihat dari hasil pencocokan dan penelitian (Coklit) ada sekitar 1 juta 81 ribu pemilih di Kabupaten Lamongan. Namun  kepastiannya kan masih nunggu pleno,” terang, Ghozali, panggilan Imam Ghozali.

 

Di sisi lain, Wakil Bupati Lamongan, Kartika Hidayati berharap PPK yang baru dilantik dan dimabil sumpahnya tersebut dapat mengemban tugasnya dengan professional sehingga mampu mensukseskan pesta demokrasi, baik Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019. 

 

“Harapanya adalah pelaksanaan pesta demokrasi di Lamongan bisa menjadi contoh kabupaten lain, yaitu Lamongan bisa menyelenggarakan pemilu dalam kondisi aman dan nyaman karena  seluruhnya institusi, termasuk PPK bekerja  profesional;” kata Kartika Hidayati berharap.

 

Prinsipnya, jelas Kartika, panggilan Wakil Bupati Kartika Hidayati,  adalah harus  melakukan atau menciptakan pesta demokrasi yang ditunggu-tunggu rakyat. “Yaitu pelaksanaan Pemilu harus  dengan memberikan  masyarakat rasa senang untuk memilih pimpinan yang benar-benar diinginkan  untuk  menjalankan roda pemerintahan serta untuk menjaga NKRI” tegas Kartika serius. ()

 




Berita Terkait