Berita Metro

Senin, 07 Mei 2018  14:55

Akreditasi Penting,Sebagai Penjamin Mutu Lembaga Pendidikan

Akreditasi Penting,Sebagai Penjamin Mutu Lembaga Pendidikan
Bupati Fadeli didampingi Bunda PAUD Lamongan Makhdumah Fadeli saat Gebyar PAUD Tahun 2018 di Alun-alun Lamongan.

Reporter:Komari

LAMONGAN (BM)-Akreditasi sangat penting sebagai penjaminan mutu lembaga pendidikan. Selain itu dengan terakreditasi, lembaga memiliki akses untuk menerima berbagai program.

 

Demikian dikatakan Bupati Lamongan, Fadeli saat melaunching Program Green School Jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Gernas Baku pada Gebyar PAUD Tahun 2018 di Alun-alun Lamongan, Senin (7/5) siang.

 

“Di Kabupaten Lamongan terdapat 2.265 lembaga PAUD, dan jumlah tersebut merupakan yang terbanyak di Jawa Timur. Dari jumlah tersebut baru 102 lembaga yang lulus akreditasi sekolah, 304 lembaga masih dalam proses akreditasi dan sisanya belum,” ungkap Fadeli.

 

Maka, tegasnya, kita  berharap nantinya dari pihak pengurus yayasan dan sekolah belum terakredetasi agar segera mempercepat proses akreditasi karena akreditasi ini merupakan suatu standar yang jelas bagi sekolah.

 

“Sehingga mutu lembaga pendidikannya berstandart serta dapat akses untuk menerima berbagai program” kata Fadeli menegaskan.

 

Di sisi lain, pada  Gebyar PAUD Tahun 2018 di Alun-laun Kota Lamongan tersebut, Bunda PAUD Lamongan Makhdumah Fadeli ikut bermain drama dalam memeriahkan Gebyar PAUD tersebut .

 

Istri Bupati Fadeli itu  mengambil salah satu peran dalam Drama Talenta Pendidik PAUD yang ditampilkan di depan 3.500 peserta Guru PAUD se-Kabupaten Lamongan.

 

Drama tersebut menyampaikan pesan terkait Gerakan 1821 dan Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku (Gerna Baku).

 

Dalam Gebyar PAUD kali tersebut dilakukan parenting education oleh motivator, praktisi sekaligus akademisi DR. Taufiqi. Dia mengungkapkan pentingnya launching Program Green School dan Gernas Baku untuk pendidikan anak.

 

“Karena program ini bertujuan agar masyarakat atau generasi yang akan datang menjadi generasi yang unggul. Pada tahun 2045 mendatang, atau 100 tahun setelah Indonesia merdeka, hanya generasi unggul saja yang eksis. Sementara yang biasa-biasa saja, bahkan tidak unggul akan menjadi layang-layang di tengah badai,” ujar DR. Taufiqi. ()




Berita Terkait