Berita Metro

Senin, 19 Februari 2018  18:09

PT GG, Ajak Puluhan Media Belajar Mengatasi Krisis Air

PT GG, Ajak Puluhan Media Belajar Mengatasi Krisis Air
PT. GG Tbk, saat meninjau langsung lokasi sumur serapan
Kediri (BM)- Sebagai wujud kepedulian PT. Gudang garam Tbk, terhadap pentingnya air sebagai sumber kehidupan, menjadikan salah satu pabrik rokok terbesar di Indonesia untuk blajar mengatasi krisis air.

Dalam studi banding ini PT GG Tbk, mengajak puluhan media di Kediri raya untuk belajar mengatasi krisis air ke yayasan IDEP Foudation Bali. Mengapa Bali sebagai salah satu tujuan, karena daerah tersebut merupakan salah satu daerah yang sudah menginisiasi untuk  mengatasi krisis air bersih.

Kabid Humas PT Gudang garam Tbk, iwhan Tri Cahyono menjelaskan bahwa krisis air bisa terjadi di mana-mana. Dan tidak menutup kemunkinan terjadi di wilayah kediri, mengingat kediri saat ini merupakan daerah yang perindustrianya cukup maju. “ Air itu sangat penting, karena merupakan salah satu sumber kehidupan,” ujarnya.

Dalam study banding tersebut PT. GG Tbk, kurang lebih mengajak sekitar 45 jurnalis. Baik media cetak, online, maupun elektronik. Acara tersebut digelar selama kurang lebih empat  hari, yakni mulai 15-18 Februari 2018. “ acara ini juga merupakan salah satu wujud untuk mempererat hubungan silatrahim dengan media,” ujarnya lebih lanjut.

Komang Arya, programer Bali Water Protection (BWP) atau perlindungan air di Bali dari IDEP Foudation menjelaskan Recharge well atau sumur imbuhan/resapan diyakini sebagai salah satu cara efektif menjawab krisis air di Bali. Mengingat  krisis air di Bali sudah sangat mengkhawatirkan. Akibat pengambilan air secara berlebih tanpa dikontrol, saat ini air laut yang masuk ke daratan sudah sejauh 2 kilometer (km). Inilah yang menginisasi program Bali Water Protection dalam rangka mengembalikan cadangan air dalam tanah (ADT) sebanyak-banyaknya

Pria yang akrab disapa dengan Komang tersebut menggambarkan terkait sistem kerja sumur serapan. Yakni air dari talang rumah mengalir deras ke bak penyaring pertama, kemudian mengucur dengan cepat ke sebuah sumur sedalam 6 meter melalui pipa yang ditanam di tanah. Air hujan ini dengan perlahan terserap ke tanah, hanya menyisakan genangan.

Jalur air hujan lainnya adalah lewat permukaan tanah yang agak miring ke arah sumur imbuhan ini. Syaratnya permukaan tanah jangan dibeton, bisa diisi paving block berisi rumput.

Air hujan yang menyerap ke tanah lalu perlahan mengalir ke area penyaring yang dibuat mengelilingi sumur. Dilapisi kerikil, ijuk, kerikil, ijuk selang-seling. Ada beberapa pipa yang mengalirkan air hujan yang disaring alami menuju sumur.

Aliran air ini tentu jauh lebih lambat dibanding jalur pertama dari talang air karena sepenuhnya melalui pipa setelah difilter di bak. Penyaringan sangat penting agar kualitas air hujan yang disimpan ke tanah tak terkontaminasi.(bad)

 




Berita Terkait