Berita Metro

Senin, 25 September 2017  12:07

Prestasi Gemilang, Jadi Rujukan Kota Lain

Prestasi Gemilang, Jadi Rujukan Kota Lain
Ketua KONI Kota Kediri, Heru marwanto

Kediri(BM)-Prestasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri yang gemilang dalam menggembleng atlitnya menjadi rujukan KONI daerah lain. Seperti seminggu lalu, KONI Kota Pasuruan melakukan studi banding. Bahkan sebelumnya KONI Kabupaten Tuban juga melakukan studi banding ke Kota Kediri. Terbukti prestasi KONI Kota Kediri selalu masuk tiga besar di Jawa Timur. Bahkan Atlit KONI juga sering tampil mewakili Indonesia dalam ajang Olimpiade tingkat Internasional. Hal itu tidak lepas dari manajemen yang baik yang sudah diterapkan KONI Kota Kediri. Mulai dari pengelolaan administrasi, keuangan, serta pembinaan dan pengembangan atlit.

Ketua KONI Kabupaten Pasuruan, M. Mulyadi yang melakukan kunjungan ke KONI Kota Kediri  mengaku salut dengan prestasi yang sudah diraih KONI Kota Kediri. Meskipun kotanya kecil akan tetapi selalu berprestasi. “Padahal potensi kotanya kecil, dibanding daerah lainnya namun memiliki prestasi yang baik,”ujarnya.

Mulyadi juga belajar ke KONI Kota Kediri  mengenai mekanisme yang diterapkan dalam mengelola anggaran dan mekanisme pengembangan atlet, sehingga melahirkan beberapa prestasi membanggakan. Diakuinya, progam tes parameter yang diterapkan Kota Kediri menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mengelola atlet, sehingga dapat berperstasi baik di tingkat nasional dan Internasional. Pihaknya mengapresiasi keaktifan, tim monev dalam memantau perkembangan atlet selama mengikuti Pemusatan Latihan Kota (Puslatkot), Bahkan hampir separuh anggaran digelontorkan sebagai persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) itu.

Heru Marwanto Ketua KONI Kota Kediri mengaku bangga KONI Kota Kediri menjadi salah satu rujukan daerah lain. Ini menandakan mekanisme yang sudah diterapkannya dinilai berjalan dengan baik sehingga dilirik oleh beberapa pengurus KONI di Jawa Timur. “Ini menandakan kinerja KONI Kota Kediri dinilai baik, sehingga menjadi daya tarik tersendiri untuk melakukan studi banding di Kota berjuluk Kota Tahu ini,” imbuhnya.

Diakuinya, meskipun dinilai baik dengan melahirkan banyak prestasi, Heru menyebut masih perlu banyak pembenahan. Dia akan memperbaiki mekanisme administrasi dan meningkatkan potensi atlet untuk mengejar target yang belum terealisasi yaitu masuk kandidat pertama dimana saat ini kedudukan tersebut kerap kali di sabet Surabaya. “Ini juga menjadi motivasi bagi kami juga, sehingga kedepannya meningkatkan progam yang sudah ada. Tentunya dengan anggaran mencapai Rp 10 miliar sebanding dengan prestasi yang diraih KONI Kota Kediri. Memang saat ini kandidat utama dibeberapa kejuaraan masih diraih Surabaya, namun kami tengah berusaha untuk merealisasikan hal itu,” ujarnya.(bad/dra)




Berita Terkait